JATIMTIMES - Laju inflasi di Kota Malang kembali meningkat pada Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, inflasi secara tahunan atau year on year (y-on-y) mencapai 3,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,99.
Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan kondisi pada Agustus 2025. Saat itu, inflasi y-on-y Kota Malang tercatat sebesar 2,13 persen dengan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,37 persen.
Baca Juga : Kekeringan Melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Malang, Distribusi Air Bersih Terus Mengalir
Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin mengatakan, inflasi pada Agustus 2026 terjadi seiring kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
“Pada Agustus 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,31 persen. Kenaikan ini ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran,” kata Umar, Senin (1/9/2026).
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi salah satu penyumbang kenaikan terbesar, dengan inflasi y-on-y mencapai 12,19 persen. Disusul kelompok kesehatan sebesar 4,13 persen, transportasi 3,96 persen, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,82 persen.
Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi 3,44 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki naik 2,07 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,85 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,58 persen, pendidikan 1,03 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,73 persen.
Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 2,27 persen.
Dari sisi komoditas, sejumlah barang dan jasa tercatat memberikan sumbangan terhadap inflasi tahunan. Di antaranya emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, beras, jeruk, cabai rawit, minyak goreng, rokok, telepon seluler, daging sapi, vitamin, angkutan udara, hingga air kemasan.
“Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, beras, cabai rawit, minyak goreng, serta sejumlah komoditas dan jasa lainnya,” jelas Umar.
Baca Juga : 8 Perusuh Serang Konvoi Pesilat di Jombang Ditangkap Polisi
Kenaikan harga juga terlihat secara bulanan. Pada Agustus 2026, Kota Malang mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,39 persen. Sedangkan secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi year to date (y-to-d) tercatat 1,86 persen.
Untuk inflasi bulanan, daging ayam ras menjadi salah satu komoditas yang dominan memberikan andil, bersama beras, emas perhiasan, cabai rawit, serta sejumlah komoditas hortikultura seperti buncis, kacang panjang, ketimun, kentang dan wortel.
Namun, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas justru memberikan sumbangan deflasi, di antaranya bawang merah, minyak goreng, bensin, tomat dan bawang putih.
Jika dibandingkan dua tahun sebelumnya, laju inflasi Kota Malang pada Agustus 2026 menunjukkan tren peningkatan. Pada Agustus 2024, inflasi y-on-y tercatat 1,88 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 2,13 persen pada Agustus 2025 dan kembali naik menjadi 3,31 persen pada Agustus 2026.
“Inflasi Agustus 2026 secara tahunan lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025 maupun Agustus 2024,” tutup Umar.
