JATIMTIMES - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, membuka Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) dan Bupati Open Bulutangkis yang digelar PBSI Kabupaten Lamongan, di gedung Sport Center Lamongan, Kamis (6/8/2026).
Dua ajang tersebut menjadi bagian dari upaya mencetak atlet muda berprestasi sekaligus meningkatkan jam terbang melalui kompetisi.
Baca Juga : Ikut Upacara HUT RI di Istana Merdeka Dapat Apa Saja? Ini Isi Goodie Bag yang Pernah Diterima Tamu Undangan
Yuhronur mengapresiasi konsistensi PBSI Lamongan menggelar kejuaraan. Menurutnya, Kejurkab menjadi ruang pembinaan atlet daerah, sementara Bupati Open memberikan kesempatan atlet Lamongan menguji kemampuan dengan peserta dari berbagai daerah.
“Selain sebagai wadah silaturahmi, Kejurkab ini menambah jam terbang bagi calon-calon atlet maupun atlet yang akan terus meningkatkan prestasinya di Lamongan,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak YES itu.
Sementara itu, Ketua PBSI Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengatakan, Kejurkab diikuti atlet dari Lamongan dan menjadi tahapan pembinaan menuju Kejurprov, Kejurnas hingga Porprov. Sedangkan Bupati Open menjadi ajang mengasah mental dan kemampuan atlet Lamongan melalui persaingan dengan atlet dari luar daerah.
“Tahun ini Kejurkab mempertandingkan 18 nomor dan Bupati Open 20 nomor. Total pesertanya lebih dari 1.000 atlet, dengan Bupati Open mencapai lebih dari 700 peserta,” kata Dirham.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan kelompok usia mulai pra-dini hingga dewasa dan veteran. PBSI Lamongan juga menyiapkan total hadiah Rp115 juta sebagai bagian dari dukungan terhadap pembinaan atlet.
Dirham berharap penyelenggaraan yang memasuki tahun kedua setelah digelar pada 2025 ini dapat terus berkembang. Tahun depan, pihaknya menargetkan jumlah peserta dan hadiah meningkat sehingga kompetisi semakin berkualitas.
Baca Juga : Bukan Nasi yang Harus Dimakan Lebih Dulu, Ini Urutan Makan yang Dianjurkan Dokter
Selain kompetisi, PBSI Lamongan juga mendorong peningkatan fasilitas. Saat ini pertandingan menggunakan lapangan interlock yang juga dipakai bersama cabang olahraga lain. Ke depan, PBSI berharap tersedia lapangan bulutangkis berstandar nasional agar Lamongan mampu menggelar kejuaraan berskala nasional.
“Kami sudah menyampaikan target kepada pengurus PBSI Lamongan. Tahun depan kita harus mendapatkan medali untuk cabang bulutangkis Lamongan, karena beberapa tahun terakhir cabang ini sepi medali,” tegas Dirham.
Target tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. Dengan kompetisi rutin, pengalaman bertanding dan fasilitas yang semakin baik, PBSI Lamongan optimistis mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di level nasional.
