Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Saat Wafer Beralih Fungsi, Mahasiswa Malang Ini Sulap Camilan Jadi Pakan Fungsional Ternak

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

02 - Aug - 2026, 18:40

Placeholder
Produk wafer untuk ternak, inovasi mahasiswa Malang (ist)

JATIMTIMESWafer selama ini lebih dikenal sebagai camilan yang identik dengan rasa manis dan tekstur renyah. Produk tersebut lazim ditemukan di rak makanan ringan dan dikonsumsi oleh berbagai kalangan. 

Namun, persepsi itu berubah ketika delapan mahasiswa Program Studi Peternakan salah satu kampus swasta di Malang mengadaptasi konsep wafer menjadi media penghantar nutrisi bagi ternak. Melalui inovasi bernama Waboos (Wafer Imunobooster), bentuk wafer tidak lagi ditujukan untuk konsumsi manusia, melainkan menjadi pakan herbal yang dirancang untuk membantu memperbaiki kesehatan pencernaan kambing dan domba.

Baca Juga : Mahasiswi Teknik Sipil Unisba Blitar Sabet Dua Medali di Kejurnas Pencak Silat Piala Rektor UNAIR 2026

Pemilihan bentuk wafer bukan sekadar pembeda dari pakan ternak pada umumnya. Bentuk padat tersebut memungkinkan formulasi nutrisi tersusun lebih seragam, mudah disimpan, tidak mudah tercecer saat distribusi, serta lebih praktis dalam proses pemberian pakan. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi di sektor peternakan tidak selalu bergantung pada penemuan bahan baru, tetapi juga dapat lahir melalui rekayasa bentuk produk yang mampu meningkatkan efektivitas penggunaan pakan.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang kerap dihadapi peternak, yakni ternak yang tetap kurus meski telah memperoleh pakan dengan kandungan protein tinggi. Kondisi tersebut tidak selalu mencerminkan rendahnya kualitas pakan, melainkan mengindikasikan bahwa proses penyerapan nutrisi di dalam saluran pencernaan belum berlangsung optimal. Akibatnya, biaya pakan yang terus meningkat tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan bobot badan ternak.

Ketua tim pengembang, Fajar Ferdiansyah, menilai persoalan kesehatan saluran pencernaan masih sering luput dari perhatian peternak. Menurutnya, fokus yang terlalu besar terhadap kandungan protein membuat aspek fisiologis pencernaan justru terabaikan.

"Masyarakat umumnya hanya mengandalkan pakan mahal agar ternak cepat gemuk, namun mereka lupa bahwa tanpa sistem pencernaan yang sehat, penyerapan nutrisi tidak akan pernah maksimal," ujarnya.

Atas dasar itu, Waboos diformulasikan tidak hanya sebagai sumber nutrisi, tetapi juga sebagai pakan fungsional yang mendukung kesehatan sistem pencernaan. Formula yang digunakan mengombinasikan berbagai bahan baku lokal, seperti bungkil kopra, jagung giling, dedak padi, pollard, tetes tebu, tepung gaplek, dan bekatul. Pemanfaatan bahan lokal tersebut juga membuka peluang untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi nilai nutrisi yang dibutuhkan ternak.

Nilai pembeda produk ini terletak pada penambahan tepung daun kelor dan temulawak sebagai komponen herbal utama. Daun kelor dikenal memiliki kandungan protein, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus sekaligus membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak. Sementara itu, temulawak dipilih karena telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang mendukung fungsi saluran pencernaan dan membantu meningkatkan efisiensi metabolisme nutrisi.

Dengan pendekatan tersebut, Waboos tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan konsumsi pakan, tetapi juga mengoptimalkan kemampuan tubuh ternak dalam memanfaatkan setiap nutrisi yang dikonsumsi. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibanding sekadar meningkatkan jumlah pakan tanpa memperhatikan kondisi organ pencernaan.

Pengujian awal dilakukan di peternakan kawasan Bumiaji, Kota Batu, serta Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, para peternak melaporkan adanya perubahan pada pola konsumsi pakan ternak yang diikuti pertumbuhan kambing dan domba setelah memperoleh wafer herbal tersebut.

Baca Juga : Top 5 Kesalahan Pakai Setting Spray dan Fixing Spray, Nomor 5 Paling Sering Bikin Makeup Tak Tahan Lama

"Selama uji coba di peternakan, para peternak mengaku adanya peningkatan nafsu makan serta pertumbuhan kambing dan domba setelah mengonsumsi Waboos," kata Fajar.

Selain menawarkan manfaat biologis, bentuk wafer juga memberikan nilai tambah dari sisi logistik. Pakan menjadi lebih ringkas dalam penyimpanan, lebih mudah dihitung berdasarkan kebutuhan harian ternak, serta mempermudah proses pengemasan dan distribusi apabila diproduksi dalam skala yang lebih besar. Karakteristik tersebut membuka peluang pengembangan produk tidak hanya untuk peternak skala kecil, tetapi juga usaha peternakan komersial yang membutuhkan pakan praktis dengan formulasi yang konsisten.

Saat ini Waboos telah dipasarkan secara lokal dalam kemasan 500 gram dengan harga Rp5.000. Harga tersebut menjadi indikator bahwa inovasi berbasis riset tidak selalu berujung pada produk berbiaya tinggi. Sebaliknya, pemanfaatan bahan baku lokal memberikan peluang menghadirkan pakan fungsional dengan harga yang relatif terjangkau bagi peternak.

Ke depan, tim pengembang menargetkan penyempurnaan produk melalui pengujian laboratorium lanjutan untuk memperoleh data ilmiah yang lebih komprehensif mengenai efektivitas Waboos terhadap performa pertumbuhan ternak. Selain itu, pengajuan hak paten juga dipersiapkan sebagai langkah perlindungan kekayaan intelektual sekaligus membuka peluang hilirisasi produk menuju skala industri.

Jika pengembangan tersebut berjalan sesuai rencana, Waboos berpotensi menjadi contoh bagaimana inovasi sederhana berbasis bahan lokal mampu menjawab persoalan produktivitas peternakan.

"Di tengah meningkatnya biaya pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha ternak ruminansia, pendekatan yang berfokus pada peningkatan efisiensi penyerapan nutrisi dapat menjadi alternatif yang lebih rasional dibanding hanya menambah kuantitas pakan," pungkasnya.


Topik

Pendidikan wafer waboos inovasi mahasiswa pakan herbal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana