Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Peringati Hari Cinta Tanah Air 2026, Wali Kota Mas Ibin Tegaskan Nasionalisme Fondasi Pembangunan Kota Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

18 - Feb - 2026, 12:48

Placeholder
Wali Kota Blitar Mas Ibin memimpin Upacara Hari Cinta Tanah Air 2026 di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Rabu (18/2/2026). Momentum ini menjadi ajang meneguhkan kembali semangat nasionalisme sebagai fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar menggelar Upacara Peringatan Hari Cinta Tanah Air 2026, Rabu (18/2/2026), dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Upacara yang dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, TNI-Polri, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Blitar, serta unsur masyarakat itu menjadi momentum meneguhkan kembali nilai nasionalisme sebagai fondasi pembangunan daerah.

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan, peringatan 14 Februari bukan sekadar seremoni tahunan. Tanggal tersebut memiliki makna historis mendalam bagi Kota Blitar dan bangsa Indonesia.

Baca Juga : Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Kota Malang: Ribuan Pelanggaran, Didominasi Pengendara Tak Pakai Helm

“Delapan puluh satu tahun lalu, 14 Februari 1945, Tentara PETA Blitar yang dipimpin Shodanco Suprijadi membuktikan rasa cinta tanah airnya. Sejak sebelum Indonesia merdeka, masyarakat Blitar telah memiliki semangat nasionalisme yang tinggi dan jiwa rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Mas Ibin dalam amanatnya.

Menurutnya, semangat perlawanan PETA menjadi penanda bahwa Blitar memiliki jejak sejarah perjuangan yang kuat. Atas dasar itulah, Pemerintah Kota Blitar secara resmi menetapkan 14 Februari sebagai Hari Cinta Tanah Air melalui Peraturan Wali Kota Nomor 10 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota Nomor 9 Tahun 2010 tentang Peringatan Hari-Hari Bersejarah di Kota Blitar.

“Kita berharap dan terus memperjuangkan agar Pemerintah Pusat menetapkan 14 Februari 1945 sebagai Hari Cinta Tanah Air dan diperingati secara nasional di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Penetapan tersebut, lanjut Mas Ibin, merupakan wujud penghargaan kepada para pahlawan PETA atas pengorbanan mereka. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi sarana penguatan karakter dan penghayatan sejarah perjuangan bangsa.

Upacara

Nasionalisme sebagai Modal Awal Pembangunan

Pada peringatan tahun ini, Pemkot Blitar mengangkat tema “Kokohkan Cinta Tanah Air untuk Indonesia Sejahtera”. Tema tersebut, kata Mas Ibin, menegaskan bahwa nasionalisme bukan sekadar perasaan emosional, melainkan fondasi utama pembangunan.

“Nasionalisme adalah fondasi yang mengokohkan. Tanpa rasa memiliki terhadap bangsa, masyarakat akan mudah terpecah belah. Persatuan adalah modal awal pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Tidak berhenti pada slogan atau upacara, melainkan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Dengan mencintai produk dalam negeri, kita membantu ekonomi lokal. Dengan menjaga kerukunan, kita menciptakan stabilitas investasi. Dan dengan bekerja keras di bidang masing-masing, itu bentuk cinta yang memajukan bangsa,” kata Mas Ibin.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pembangunan. “Jika rakyatnya kokoh mencintai tanah airnya, menolak korupsi, menjaga alam, dan taat hukum, maka kesejahteraan akan lebih mudah diraih karena semua elemen bergerak searah,” ujarnya.

Mas Ibin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan patriotisme sebagai bahan bakar pembangunan ekonomi dan sosial demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Pemkot

Teladani Nilai Perjuangan Tanpa Pamrih

Dalam amanatnya, ia juga mengingatkan nilai-nilai perjuangan PETA yang relevan hingga kini. Salah satunya adalah semangat berjuang tanpa pamrih, sebagaimana pesan Shodanco Supriyadi: “Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi.”

Selain itu, ia mencontohkan keberanian Shodanco Parto Harjono yang mengibarkan Merah Putih dalam detik-detik pemberontakan PETA di Monumen Potlot. “Semangat para pahlawan PETA Blitar ini senantiasa relevan untuk kita warisi dan teladani sesuai dengan tantangan era sekarang,” katanya.

Forkopimda

Pengembangan Monumen PETA dan Penguatan Ekonomi Daerah

Baca Juga : Cuti Bersama Lebaran 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Jadwal Lengkapnya

Sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah, Pemerintah Kota Blitar secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan peringatan Pemberontakan PETA sekaligus mengembangkan kawasan Monumen PETA. Kawasan bekas markas dan asrama PETA tersebut terus ditata sebagai destinasi wisata sejarah kebangsaan.

Mas Ibin menjelaskan, Monumen PETA memiliki fungsi primer sebagai kawasan monumen dan museum. Selain itu, kawasan tersebut juga dikembangkan sebagai pusat pembelajaran nasionalisme dan patriotisme, ruang pertemuan serta kepemudaan, hingga pengungkit ekonomi daerah.

“Melalui pengembangan kawasan Monumen PETA, kita ingin sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Upacara

Apresiasi untuk BPS dan Generasi Muda

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Blitar juga menyerahkan sejumlah penghargaan. Di antaranya kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar atas peran aktif dalam pembinaan dan pengelolaan statistik sektoral serta Kelurahan Cinta Statistik (Cantik), termasuk Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) di perangkat daerah.

Evaluasi pra-penilaian penyelenggaraan statistik sektoral Kota Blitar tahun 2025 berjalan baik. Selain itu, Kelurahan Plosokerep masuk dalam 10 desa/kelurahan terbaik Program Desa Cantik Statistik 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur. Penghargaan juga diberikan kepada para pemenang lomba baca puisi Hari Cinta Tanah Air 2026.

Mas Ibin berharap, peringatan Hari Cinta Tanah Air tidak berhenti pada seremoni tahunan. “Selamat memperingati Hari Cinta Tanah Air. Selamat meneladani nilai dan semangat perjuangan PETA. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, karena hanya bangsa yang besar yang menghargai sejarah bangsanya,” tuturnya.

Dengan semangat nasionalisme yang terus dipupuk, Pemkot Blitar optimistis pembangunan daerah dapat berjalan kokoh dan berkelanjutan. Nasionalisme, sebagaimana ditegaskan wali kota, bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi masa depan untuk mewujudkan Kota Blitar yang maju dan sejahtera.


Topik

Peristiwa Blitar syauqul muhibbin hari cinta tanah air



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya