Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Wilayah di Jawa Timur Ini Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem hingga 20 Februari 2026

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

13 - Feb - 2026, 17:55

Placeholder
Potret petir ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Warga Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan. Saat ini hingga 20 Februari 2026 ke depan, potensi cuaca ekstrem diprakirakan melanda sejumlah daerah dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Peringatan ini disampaikan oleh BMKG Juanda seiring kondisi seluruh wilayah Jawa Timur yang saat ini berada pada musim hujan, bahkan sebagian masih memasuki puncaknya.

Baca Juga : 52.438 PBI JKN Milik Warga Miskin di Lamongan Nonaktif, Mahasiswa Geruduk Dinas Sosial

Potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi. Total ada 38 kabupaten/kota yang masuk dalam daftar kewaspadaan. Di antaranya Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep.

Serta wilayah kota, mulai Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, Surabaya, dan Batu.

Dalam keterangan resminya, BMKG Juanda menjelaskan, dalam 10 hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer, di antaranya aktifnya monsun Asia, gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Gelombang Rossby yang melintasi Jawa Timur, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil.

Kombinasi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Dalam imbauannya, BMKG Juanda meminta masyarakat dan instansi terkait agar lebih siaga terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

“Diimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan,” demikian imbauan BMKG. 

Baca Juga : 4 Shio Paling Beruntung di Hari Valentine 2026, Siap-Siap Dapat Kejutan Manis dari Orang Tersayang

Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diminta meningkatkan kewaspadaan karena lebih rentan terhadap dampak lanjutan seperti banjir bandang dan tanah longsor.

“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” jelasnya. 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di laman resmi BMKG Juanda serta mengikuti informasi peringatan dini 3 harian maupun peringatan dini 2–3 jam ke depan yang rutin dibagikan.

Bagi masyarakat yang ingin beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di wilayah rawan bencana, diimbau untuk ekstra waspada agar risiko dapat diminimalkan.


Topik

Lingkungan cuaca ekstrem jawa timur



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan