Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban, Lengkap dengan Asal-usul Penamaannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

01 - Feb - 2026, 09:02

Placeholder
Ilustrasi berbuka puasa. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Puasa sunnah Ayyamul Bidh di bulan Syaban kembali bisa dikerjakan mulai hari ini. Puasa yang dilakukan pada pertengahan bulan hijriah ini kerap dikaitkan dengan malam-malam cerah menjelang Nisfu Syaban.

Berdasarkan pengumuman Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal bulan Syaban 1447 H jatuh pada Selasa (20/1/2026). Dengan begitu, jadwal puasa sunnah Ayyamul Bidh dapat dimulai pada Minggu (1/2/2026) hingga Selasa (3/2/2026), bertepatan dengan tanggal 13, 14, dan 15 Syaban.

Baca Juga : Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Jadwal Awal Ramadhan dari Muhammadiyah hingga NU

Puasa ini termasuk amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW dan banyak dikerjakan umat Islam di berbagai belahan dunia, terutama menjelang pertengahan Syaban.

Bagi yang ingin menjalankan puasa Ayyamul Bidh, berikut bacaan niat yang bisa dilafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ

Artinya:
Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

Niat puasa Ayyamul Bidh ini disunnahkan untuk diucapkan dengan lisan, tidak hanya dalam hati. Niat juga sudah bisa dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu zawal, yakni saat matahari mulai condong ke barat. Dengan catatan, seseorang belum makan atau minum sejak terbit fajar sampai niat tersebut dilafalkan.

Kenapa Disebut Ayyamul Bidh?

Puasa ini dikenal dengan nama Ayyamul Bidh yang berarti hari-hari putih. Penamaan tersebut ternyata memiliki latar kisah dan makna tersendiri. Dilansir dari NU Online, istilah Ayyamul Bidh dikaitkan dengan riwayat Nabi Adam AS ketika pertama kali diturunkan ke bumi.

Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan, tubuh Nabi Adam AS sempat terbakar panas matahari hingga menghitam. Lalu Allah SWT mewahyukan agar beliau berpuasa selama tiga hari, yakni tanggal 13, 14, dan 15.

Pada hari pertama puasa, sepertiga tubuh Nabi Adam menjadi putih kembali. Hari kedua, sepertiganya lagi pulih. Hingga hari ketiga, seluruh tubuhnya kembali cerah.

Berikut kutipan riwayatnya:

Baca Juga : 9 Tim MI Se-Kecamatan Tanggul Ikuti Turnamen Sepak Bola Meriahkan Haflatul Imtihan Pesantren

ثُمَّ سَبَبُ التَّسْمِيَةِ بِأَيَّامِ الْبِيضِ مَا رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا سُمِيَتْ بِأَيَّامِ الْبِيضِ لِأَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لَمَّا أُهْبِطَ إِلَى الْأَرْضِ أَحْرَقَتْهُ الشَّمْسُ فَاسْوَدَّ فَأَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَيْهِ أَنْ صُمْ أَيَّامَ الْبِيضِ فَصَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ فَأبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّانِيَّ اِبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّالِثَ اِبْيَضَّ جَسَدُهُ كُلُّهُ

Artinya, “Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Selain kisah Nabi Adam AS, ada pula pendapat lain yang lebih dikenal dalam tradisi falak. Ayyamul Bidh disebut demikian karena pada tiga malam tersebut, bulan bersinar sangat terang seperti purnama penuh.

Rembulan tampak menyinari bumi sejak matahari terbenam hingga terbit kembali, sehingga malam dan siang terasa sama-sama bercahaya.

وَقِيلَ سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّ لَيَالِي أَيَّامِ الْبِيضِ مُقْمِرةٌ وَلَمْ يَزَلِ الْقَمَرُ مِنْ غُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى طُلَوعِهَا فِي الدُّنْيَا فَتَصِيُر اللَّيَالِي وَالْأَيَّامُ كُلُّهَا بِيضًا

Artinya, “Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Nisfu Syaban. Selain bernilai ibadah, puasa ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Jadi, bagi Sobat JatimTIMES yang ingin mengamalkannya, puasa Ayyamul Bidh Syaban tahun ini bisa dimulai sejak hari ini, Minggu 1 Februari 2026. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik

Agama puasa puasa sunnah puasa sunnah ayyamul bidh asal usul ayyamul bidh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana