Bupati Jember Bergerak Senyap Atasi Banjir, Tim Pemprov Jatim Inventarisir Kerusakan
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Dede Nana
15 - Feb - 2026, 02:53
JATIMTIMES - Di tengah dampak banjir yang masih dirasakan warga, Bupati Jember Muhammad Fawait memilih bergerak senyap lewat kerja lapangan dan koordinasi lintas pemerintahan. Langkah ini guna memastikan pemulihan berjalan cepat.
Hasilnya, tim teknis dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur dijadwalkan turun langsung ke Jember untuk mengecek kerusakan infrastruktur pascabanjir. Mereka dijadwalkan turun ke Jember hari ini, Minggu (15/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Baca Juga : 1000 Pelari Ramaikan Jombang Fun Run 2 di Kota Santri
Peninjauan difokuskan pada sejumlah titik kerusakan, terutama jembatan terdampak banjir. Selain itu, tim juga bakal meninjau ruas jalan provinsi yang melintasi Kecamatan Gumukmas, Kencong, hingga wilayah Jombang, yang selama ini mengalami kerusakan. Langkah ini sebagai tindak lanjut komunikasi langsung antara Bupati Jember dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, akhir pekan kemarin.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka mengatakan, bupati memilih pendekatan kerja senyap selama penanganan bencana. Menurutnya, fokus utama kepala daerah saat ini adalah memastikan seluruh unsur bergerak cepat di lapangan. Termasuk menyusun langkah strategis dengan menetapkan status tanggap darurat agar upaya penanganan bencana lebih terkoordinasi.
“Bupati memastikan seluruh tim bergerak, mulai dari Dinsos, BPBD, camat hingga relawan. Alhamdulillah kesigapan itu dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.
Selain memastikan penanganan teknis berjalan, bupati juga melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi melalui pendekatan silaturahmi dan koordinasi langsung.
Baca Juga : Kota Batu Menuju Kota Bersinar: Wali Kota Nurochman dan Desa Bulukerto Kompak Borong Penghargaan BNN RI
“Melalui komunikasi tersebut, gubernur merespons dengan memerintahkan tim turun mengecek jembatan yang rusak akibat banjir dan jalan provinsi yang rusak hingga menuai keluhan warga,” kata Regar.
Di tengah situasi bencana, Regar mengungkapkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas psikologis masyarakat. Untuk itu, dia menambahkan, bupati memilih tidak menjadikan bencana sebagai materi publikasi berlebihan. “Melainkan menitikberatkan pada penyelesaian masalah di lapangan,” pungkasnya.
