Muktamar NU Seperti Hari Rayanya Warga Nahdliyin, Terima Kasih Rombongan Teratur dan Para Penggembira  | Nganjuk TIMES
Laporan dari Muktamar ke-34 NU di Lampung

Muktamar NU Seperti Hari Rayanya Warga Nahdliyin, Terima Kasih Rombongan Teratur dan Para Penggembira 

Dec 25, 2021 18:26
David Rahmat Hakiki kader GP Ansor Kota Malang (Foto: Istimewa).
David Rahmat Hakiki kader GP Ansor Kota Malang (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Selayaknya sebuah organisasi/ komunitas ketika punya gelaran besar untuk memilih pemimpin organisasi. Nahdlatul Ulama pun menggelar agenda besar nya yaitu Muktamar ke-34. Gelaran ini melibatkan para pengurus wilayah, cabang di Indonesia dan Luar Negeri.

Agenda ini betul kami manfaatkan sebaik-baik mungkin untuk mencari ilmu keberkahan bisa jadi diskusi reuni silaturahmi berbagai lintas jam'iyah Nahdlatul Ulama se-Indonesia dan luar negeri, meskipun kita bukan sebagai peserta muktamar boleh dikatakan sebagai penggembira. Mungkin ada pula agenda yang sedang mencari jodoh bagi yang jomblo. Muktamar NU mungkin layaknya bisa dikatakan seperti hari raya nya orang NU.

Baca Juga : Taruh Harapan ke Pimpinan Baru NU, AHY:  Semakin Kokoh Promosikan Islam Wasathiyah

Begitu meriah damai riang gembira dalam pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) ini, berangkatnya rombangan teratur kami menuju Provinsi Lampung tepatnya lokasi acara di ponpes Darus Sa'adah, Gunung Sugih, Lampung asuhan Yai Muchsin berjalan dengan baik. Meski ada  dinamika muktamar yang beberapa jadwal berpindah tempat. Gelaran ini berlangsung mulai 22-24 Desember 2021.

Selain ‘rombongan teratur’, terdapat orang-orang yang memang hadir di arena sebagai peserta ataupun penggembira muktamar, yang datang dengan benar-benar bermodal rasa cinta, damai  gembira, dan agenda yang lainnya. Itulah mengapa, banyak acara, hiburan, orang berjualan bazar , juga diselenggarakan di ajang muktamar untuk para peserta dan  penggembira.

Tak terkecuali juga di ajang seputar NU maupun pesantren, pengajian, khataman, seminar sampai ajang muktamar. Orang bisa berangkat ke ajang itu tidak semata-mata untuk acaranya, namun untuk hawa atau suasana kemeriahan dari acara tersebut.

Namun kiranya, ajang muktamar ini masih dalam masa pasca covid 19 tentunya masih dalam batasan - batasan dan prokes untuk bisa berkumpul.

Di acara agenda resmi muktamar juga sudah disediakan siaran live streaming. Jadi jam'iyyah tidak perlu ke lokasi pun bisa melihat dari live streaming yang di sediakan oleh panitia.

Tapi antusias jam'iyyah, peserta masih dibilang banyak ramai di lokasi. Dilihat dari persiapan provinsi Lampung sebagai tuan rumah. 

Ketika masuk pelabuhan Merak aroma Muktamar NU sudah terasa di sambut dengan meriahnya branding Muktamar - 34 NU. di sepanjang jalan banyaknya seperti bendera, spanduk ,baliho, bando jalan,  di stop an lampu merah pun terdengar musik lagu mars subhanul wathon. Dan mohon maaf bagi warga Lampung kehadiran kami membuat kemacetan dengan berkumpulnya para jam'iyyah Nahdlatul Ulama.

Jika mengingat, saya sempat  berpikir betapa sederhananya peran kami sebagai Nahdliyin dalam muktamar hanya penggembira yang di sana. Kami sekadar datang, meramaikan jalan ke sini dan ke situ. 

Namun justru bagi saya, penggembira itulah yang meneduhkan muktamar dari segala kasak-kusuk yang tak jarang penuh intrik, politis dan sebagainya. Mereka tidak paham seperti apa pertarungan di ajang muktamar, namun mereka damai riang gembira dengan adanya muktamar.

Terdapat juga golongan penggembira, mungkin  tidak tahu isu-isu politis apa yang sedang menerpa NU, namun mereka menjadi orang NU dengan damai riang gembira.

Baca Juga : TNI Mitra Strategis Pemkab Tuban, 9 Koramil Terima Hibah Rehabilitasi Bangunan Tahun 2021

Kiranya dari orang-orang yang saya sebut sebagai para penggembira ini, kita dapat belajar tentang ketulusan dalam berjam’iyyah, meski ini juga bukan perkara gampang. Soal keberangkatan ke muktamar sampai pulang ke rumah masing- masing, sampai saat tulisan ini ditulis, saya masih pikir-pikir mereka meninggalkan keluarga, pekerjaaan dan rutinitas yang lain. 

Terima kasih Abah Yai Marzuki Mustamar (Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur) beliau banyak mengajarkan hal dan ilmu baru bagi kami bagaimana menyikapi dengan keadaan atraksi- atraksi yang tersaji dalam  perhelatan selama muktamar. Dengan mengedepankan adab dan akhlakul Karimah dan bermartabat  yang sering dicontohkan para muasyis- muasyis NU di masa lalu.

Insya Allah tak ada perjuangan yang sia-sia. Selama semua itu demi kebaikan. Peristiwa menarik di arena muktamar maupun di luar arena muktamar Abah Yai Marzuki Mustamar bak artis banyak yang minta salaman meminta doa keberkahan dan sekedar ingin mengabadikan moment ber selfie ber- foto untuk menjadi kenangan dan saksi dunia dan akhirat gondelan sarung e yai..celetuk Jam'iyyah.

Gelaran Muktamar NU ke-34 dan Kontestasi pun sudah usai saatnya kembali ke jam'iyyah, rumah besar warga Nahdliyin ( PBNU ). Menghormati imam baru dan tak ada cerita keluar Shaft barisan.

Selamat untuk Rais Aam PBNU Terpilih  KH Miftakhul Akhyar dan Ketua Umum PBNU terpilih Gus Yahya, menatap NU masa depan yang sudah baik, menjadi lebih baik.

Kami ucapkan terima kasih orang baik yang sudah memfasilitasi kami mulai berangkat dari kota Malang - Lampung - sampai di kota Malang. Tak lupa para jam'iyyah rombongan teratur sampai jumpa kembali semoga dipertemukan di Muktamar selanjutnya. Selamat beraktifitas kembali dengan rutinitas. dan berkumpul dengan keluarga dan saling mendoakan.

Salam
Manut Yai
NKRI Harga Mati
NU Selalu di Hati

Penulis: David Rahmat Hakiki/Wakil Ketua Ansor PAC Lowokwaru.

Topik
Nahdlatul Ulama muktamar nu ke 34 muktamar lampung gus yahya

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya