Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ucapan Pandji di Netflix Bikin Heboh, Ustaz Felix Siauw Turun Tangan dan Bongkar Makna Sebenarnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - Jan - 2026, 15:51

Placeholder
Ustaz Felix Siauw. (Foto @felix.siauw)

JATIMTIMES - Materi stand up comedy terbaru Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada special show berjudul Mens Rea yang tayang di Netflix. Salah satu bagian yang ramai dibahas adalah saat Pandji menyinggung soal organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang disebut-sebut mendapatkan jatah proyek tambang dari pemerintah.

Pernyataan tersebut memicu kontroversi hingga berujung pada laporan terhadap Pandji ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan dugaan penistaan agama. Di tengah polemik ini, pendakwah sekaligus tokoh publik Ustaz Felix Siauw ikut angkat bicara.

Baca Juga : Graha Bangunan Blitar Hadirkan Panel Dinding Artistik, Ubah Dinding Biasa Jadi Daya Tarik Ruang

Melalui sebuah video yang diunggah di Instagram, Ustaz Felix memberikan respons dengan gaya satir. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai perwakilan dari sebuah “aliansi” yang diberi nama unik.

“Saya mewakili Aliansi Sipit Umat atau ASU, ingin menyampaikan kekecewaan terhadap Pandji. Karena dia sudah mengambil peran saya sebagai pendakwah,” ujarnya dengan nada bercanda namun penuh makna, dikutip Sabtu (10/1/2026).

Di balik guyonannya, Ustaz Felix menyampaikan kritik yang lebih serius. Ia menilai persoalan sensitif seperti keterlibatan ormas keagamaan dalam pengelolaan tambang seharusnya memang menjadi bahan refleksi para tokoh agama, bukan hanya disuarakan oleh pelawak.

Menurut Ustaz Felix, tidak ada yang salah jika masyarakat, termasuk seorang komika seperti Pandji, mempertanyakan kebijakan pemerintah yang melibatkan ormas keagamaan dalam urusan bisnis pertambangan.

Ia justru melihat pertanyaan tersebut sebagai sesuatu yang wajar. “Kenapa organisasi agama harus mengurus tambang? Apa yang sebenarnya terjadi di balik itu? Pertanyaan seperti ini sah-sah saja untuk diajukan,” ujarnya.

Ustaz Felix juga menilai materi Pandji lebih tepat disebut sebagai kritik sosial, bukan serangan terhadap ajaran agama. Ia menegaskan bahwa yang dikritik adalah pihak-pihak yang memakai nama agama untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Baca Juga : Gedung Parkir Kayutangan Diresmikan, Komitmen Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan 

“Ini bukan menjadikan agama sebagai bahan olok-olok, tapi kritik terhadap mereka yang memanfaatkan otoritas agama demi keuntungan tertentu,” jelasnya.

Polemik ini pun membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang batas antara kritik, satire, dan kebebasan berekspresi. Ustaz Felix mengaku, sebagai seorang pendakwah, dirinya justru merasa “tersentil” karena isu tersebut lebih dulu diangkat oleh seorang komika.

Baginya, kritik semacam ini seharusnya bisa menjadi bahan introspeksi, baik bagi tokoh agama, pemerintah, maupun masyarakat. Alih-alih saling melaporkan, ia mengajak semua pihak untuk melihat substansi persoalan yang sedang dibicarakan.

Dengan demikian, kontroversi atas materi Mens Rea tak hanya berhenti sebagai hiburan, tetapi juga menjadi pemicu diskusi penting tentang relasi antara agama, kekuasaan, dan kepentingan ekonomi di Indonesia.


Topik

Peristiwa Pandji Pragiwaksono Mens Rea Netflix Ustaz Felix Siauw



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni