Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gotong Royong Warga NU Jatim, Donasi Tahap I Mengalir untuk Korban Bencana Sumatera

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

07 - Jan - 2026, 19:33

Placeholder
Penyerahan bantuan dari warga NU yang secara simbolis diserahkan kepada PWNU Jatim untuk nantinya disalurkan kepada para korban bencana melalui lembaga terkait. (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Solidaritas warga Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menyeberang pulau dengan membawa harapan. Melalui NU Care–LAZISNU PWNU dan PCNU se-Jawa Timur, donasi kemanusiaan tahap I sebesar Rp3,8 miliar berhasil dihimpun dan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera, sebuah gerakan yang juga langsung menuai apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Penghimpunan dana dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan jaringan NU hingga ke tingkat akar rumput. Masjid, warga Nahdliyin, para kiai, serta platform digital menjadi simpul utama penggalangan. Skema ini dirancang tidak hanya untuk merespons situasi darurat, tetapi juga menopang proses pemulihan masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan di berbagai wilayah Sumatera.

Baca Juga : Renovasi Kamar Hunian WBP Warnai Awal Tahun 2026 di Rutan Situbondo

Penyerahan donasi tahap I dilaksanakan secara terbuka dan secara simbolis diserahkan kepada Ketua PWNU Jatim dalam Kick Off Satu Abad NU di Universitas Islam Malang, Rabu, (7/1/2026). Perwakilan PCNU dari sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Jombang dan Malang Raya, maju sebagai simbol keterlibatan kolektif NU se-Jawa Timur. Seluruh dana yang terkumpul dikelola oleh NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Timur untuk kemudian disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak di Sumatera secara bertahap.

Partisipasi warga tercermin dari capaian penghimpunan di tingkat cabang. PCNU Jombang berhasil mengumpulkan sekitar Rp413 juta, PCNU Kabupaten Malang sebesar Rp266 juta, sementara PCNU Kota Malang mencatatkan donasi lebih dari Rp305 juta. Selain itu, cabang-cabang lain juga turut berpartisipasi dengan pengumpulan dana donasi yang tak kalah fantastis. Angka tersebut menunjukkan kuatnya gotong royong warga NU dalam merespons bencana lintas wilayah.

Gerakan kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang menilai langkah NU sebagai wujud kepedulian sosial yang terorganisasi dan berdampak nyata. Ia menyebut NU Care-LAZISNU sebagai contoh bagaimana jejaring keagamaan mampu bergerak cepat dan efektif dalam situasi krisis.

“Yang luar biasa bagi kami, seluruh keluarga besar PWNU dan PCNU se-Jawa Timur telah mengumpulkan dana tahap pertama sekitar Rp3,8 miliar untuk saudara-saudara kita di Sumatra yang terdampak bencana. Ini adalah sesuatu yang sangat inspiratif,” ujar Emil.

Menurut Emil, kekuatan NU tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi pada kemampuan mengonsolidasikan empati menjadi aksi nyata. Ia berharap pola gotong royong yang ditunjukkan NU Jawa Timur dapat menjadi teladan bagi daerah lain dalam membangun solidaritas kemanusiaan yang cepat, transparan, dan bermartabat.

Selain bantuan materil, sebelumnya PWNU juga menggelar sebuah istighotsah dalam menyikapi bencana yang terjadi di Indonesia belum lama ini. Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjelaskan bahwa rangkaian bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera, hingga sejumlah wilayah lain di tanah air telah menggugah keprihatinan kolektif, termasuk di lingkungan PWNU Jawa Timur.

Baca Juga : Toko Sembako di Panji Situbondo Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta

Kondisi tersebut mendorong digelarnya istighotsah dan doa bersama sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT, sekaligus menjadi ruang muhasabah bagi umat manusia agar lebih arif dalam menata kehidupan di bumi.

Menurut dia, istighotsah bukan sekadar ritual seremonial, melainkan warisan spiritual para pendahulu yang diajarkan untuk merespons bencana dengan kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Allah SWT. Ikhtiar batin ini dipahami sebagai upaya mengetuk pintu langit, memohon keteduhan, perlindungan, serta keselamatan di tengah ujian yang datang silih berganti.

"Akhir-akhir ini kita banyak menemukan bencana alam, banyak saudara kita di Sumatera. Dan inilah tujuan kita istighosah. Semoga semua dimudahkan, pungkasnya.


Topik

Peristiwa NU Nahdlatul Ulama bantuan bencana Sumatera bencana Sumatera



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy