Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Kekalahan Paling Memalukan Arema dalam Sejarah Singo Edan

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Mar - 2026, 12:58

Placeholder
Logo Arema pada tahun 2003 (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Bagi Aremania, sepak bola bukan sekadar pertandingan. Ia adalah identitas kota, kebanggaan, sekaligus emosi kolektif yang hidup dari generasi ke generasi. Sejak berdiri pada 11 Agustus 1987, Arema FC telah melewati banyak kisah heroik di lapangan hijau.

Namun perjalanan panjang klub berjuluk Singo Edan itu tidak selalu diwarnai kemenangan. Ada pula hari-hari kelam yang meninggalkan luka mendalam bagi para pendukungnya. Salah satunya adalah kekalahan telak yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu hasil paling memalukan dalam sejarah Arema.

Baca Juga : Di Balik Layar Judi Online Kisah Sunyi Warga Jawa Timur yang Berakhir di Rumah Sakit Jiwa

Saat Singo Edan Dipukul Tanpa Balas
Di antara catatan buruk yang pernah dialami, salah satu yang paling sering disebut adalah kekalahan telak dari Persipura Jayapura pada kompetisi Liga Indonesia musim 2003.

Dalam pertandingan tersebut, Arema harus menelan kekalahan dengan skor 0–6, yang kemudian tercatat sebagai salah satu kekalahan terbesar sepanjang sejarah klub. 

Bagi tim sebesar Arema, skor itu terasa sangat menyesakkan. Sejak menit awal pertandingan, lini belakang Singo Edan tampak kewalahan menghadapi serangan cepat tim Mutiara Hitam.

Arema gagal mengembangkan permainan, sementara Persipura tampil sangat efektif memanfaatkan setiap peluang. Ketika peluit panjang dibunyikan, papan skor menunjukkan selisih yang mencolok.

Bagi Aremania, malam itu bukan sekadar kekalahan. Itu adalah pukulan bagi harga diri klub yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola nasional.

Sejak berdiri pada 1987, Arema FC memang dikenal sebagai salah satu klub paling berpengaruh di Indonesia.

Singo Edan pernah meraih berbagai prestasi, di antaranya menjuarai Liga Super Indonesia musim 2009-2010 serta beberapa turnamen pramusim bergengsi seperti Piala Presiden.

Klub ini juga memiliki basis suporter yang sangat besar dan militan, yakni Aremania, yang terkenal loyal mendukung tim dalam kondisi apa pun.

Baca Juga : Peringatan HUT ke-157 Jembatan Lama Kediri, Mbak Wali Ajak Warga Rawat Ikon Sejarah

Karena itulah setiap kekalahan besar selalu terasa lebih menyakitkan. Harapan tinggi dari publik Malang membuat setiap hasil buruk menjadi sorotan tajam.

Sepak bola selalu menyimpan dua sisi. Ada kemenangan yang dirayakan, ada pula kekalahan yang harus diterima.

Bagi Arema, kekalahan telak seperti yang terjadi pada 2003 menjadi pengingat bahwa bahkan klub besar pun pernah jatuh. Namun dari pengalaman pahit itulah banyak pelajaran lahir.

Dalam perjalanan berikutnya, Singo Edan terus berbenah. Generasi pemain datang dan pergi, pelatih silih berganti, tetapi satu hal yang tetap sama adalah dukungan Aremania yang tak pernah surut.

Di Malang, Arema bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah kebanggaan kota. Dan dalam sepak bola, bahkan kekalahan paling memalukan sekalipun pada akhirnya menjadi bagian dari cerita panjang yang membentuk identitas sebuah klub.


Topik

Olahraga Arema Singo Edan kekalahan arema



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni