Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

LIMAS 2026 Jadi Strategi Unisma Bangun Ekosistem Prestasi Santri Matematika Nasional

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

08 - Feb - 2026, 19:12

Placeholder
Final Liga Matematika Santri Nusantara (LIMAS) 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian dari komitmen Unisma dalam membangun ekosistem prestasi akademik santri di tingkat nasional (ist)

JATIMTIMES – Final Liga Matematika Santri Nusantara (LIMAS) 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian dari komitmen Universitas Islam Malang (Unisma) dalam membangun ekosistem prestasi akademik santri di tingkat nasional. Melalui Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika, Unisma menghadirkan ruang berkelanjutan yang menghubungkan siswa, guru, dan sekolah berbasis keislaman dengan dunia perguruan tinggi.

Ajang puncak LIMAS yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, mempertemukan peserta dari delapan provinsi dan 30 kota serta kabupaten. Ratusan santri dan siswa madrasah tersebut merupakan hasil seleksi ketat sejak babak penyisihan yang dimulai awal Januari 2026. Dari sekitar 200 peserta, sebanyak 100 finalis berhak tampil di babak akhir untuk memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu tingkat nasional.

2

Ketua Panitia LIMAS, Isbadar Nursyid, M.Pd., menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan kampus dengan sekolah, sekaligus membangun jalur prestasi yang nyata bagi siswa berbasis keislaman.

Baca Juga : Unit Kamsel Satlantas Polres Malang-Dispendik Kompak Sosialisasikan Larangan Siswa Gunakan Motor ke Sekolah

“LIMAS kami rancang bukan hanya sebagai lomba, tetapi sebagai jembatan antara sekolah dan kampus. Prestasi yang diraih siswa bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Unisma menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi peserta. Para juara LIMAS tidak hanya menerima piala dan medali, tetapi juga mendapatkan uang pembinaan serta tabungan pendidikan yang dapat dicairkan apabila melanjutkan studi di Unisma, khususnya pada Program Studi Pendidikan Matematika. Juara pertama hingga ketiga juga berhak memperoleh beasiswa melalui jalur prestasi.

1

Isbadar menyebutkan, medali emas mendapatkan tabungan pendidikan sebesar satu juta rupiah, perak 750 ribu rupiah, dan perunggu 500 ribu rupiah. Seluruh finalis juga dipastikan memperoleh tabungan pendidikan sebagai bentuk dukungan Unisma terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.

Komitmen Unisma dalam membangun prestasi tidak hanya diwujudkan melalui kompetisi. Rangkaian LIMAS diawali dengan program Pre-University, yaitu kelas daring yang diikuti siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini berlangsung selama 14 pertemuan setiap akhir pekan dan diajar langsung oleh dosen Pendidikan Matematika Unisma.

4

Sebanyak 120 siswa tercatat mengikuti program Pre-University. Peserta yang mengikuti secara konsisten memiliki kesempatan memperoleh ekuivalensi mata kuliah Analisis Olimpiade apabila diterima sebagai mahasiswa Pendidikan Matematika Unisma. Selain itu, peserta terpilih juga mendapatkan golden ticket sebagai jalur masuk langsung ke program studi tersebut.

“Melalui Pre-University, kami ingin siswa merasakan atmosfer perkuliahan sejak dini dan memiliki kesiapan akademik saat masuk kampus,” kata Isbadar.

Pada waktu yang sama, Unisma juga menunjukkan komitmennya terhadap penguatan peran guru melalui kegiatan GEMA atau Gerakan Menulis Guru Matematika. Kegiatan ini diikuti guru-guru MGMP dari Malang Raya, Kediri, Pasuruan, Probolinggo, dan sekitarnya. Para guru dibekali pelatihan menulis dengan target menghasilkan buku ber-ISBN yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan profesional.

Baca Juga : Prabowo Sampaikan Strategi Industrialisasi Nasional Saat Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Menurut Isbadar, keterlibatan guru menjadi bagian penting dari tujuan besar LIMAS. Guru tidak hanya mendampingi siswa berprestasi, tetapi juga diberi ruang untuk berkembang dan menghasilkan karya yang diakui secara nasional.

Fokus LIMAS sendiri diarahkan pada sekolah dan madrasah berbasis keislaman, termasuk pondok pesantren. Pemilihan segmen ini sejalan dengan identitas Unisma sebagai kampus Islam yang ingin mengangkat prestasi akademik santri, khususnya di bidang matematika yang dinilai memiliki nilai akademik tinggi dan prestisius.

Prestasi yang diraih melalui LIMAS, lanjut Isbadar, dapat dimanfaatkan siswa sebagai modal pendaftaran perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Di Unisma, jalur prestasi menjadi salah satu bentuk keberpihakan kampus terhadap siswa berprestasi dari sekolah mitra.

Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan perdana bagi Pre-University, LIMAS, dan GEMA yang dirangkai dalam satu ekosistem kegiatan. Meski baru pertama kali digelar, Unisma memastikan seluruh program tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Ini adalah komitmen kami untuk terus hadir di tengah sekolah dan masyarakat, serta menjadi kontribusi nyata Program Studi Pendidikan Matematika dalam mengangkat nama Unisma,” pungkas Isbadar.


Topik

Pendidikan limas unisma ibadar mursyid kampus unisma



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Nganjuk Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan