JATIMTIMES – Paradigma Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 di Kota Batu kini tengah mengalami transformasi. Dengan sejumlah evaluasi yang dilakukan memasuki tahun 2026, SRMP tidak lagi ingin dipandang sebagai sekolah yang hanya mengandalkan simpati karena latar belakang siswa prasejahtera. Melainkan, menjadi sekolah yang mengedepankan mutu dan kompetensi riil.
Kepala SRMP 14 Kota Batu, Yulianah, menegaskan bahwa sesuai dengan arahan pemerintah pusat melalui kementerian, sekolah yang dipimpinnya kini fokus pada DNA Unggul. Targetnya, yakni membuktikan kepada masyarakat bahwa lulusan Sekolah Rakyat memiliki daya saing yang setara dengan sekolah reguler.
Baca Juga : Bank Jatim Siapkan Strategi 2026, Fokus Perkuat Fundamental dan Transformasi Digital
"Target kami ke depan adalah mutu. Sekolah Rakyat sudah tidak boleh lagi 'menjual kesedihan' atau sekadar membuat orang simpati karena siswanya. Itu masa lalu. Sekarang keberadaan SR harus berdampak nyata," tegas Yulianah saat ditemui di SRMP 14 Kota Batu, belum lama ini.
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah transparansi hasil belajar. Menindaklanjuti evaluasi dari pemerintah pusat, Yulianah menginstruksikan para pengajar untuk tidak melakukan katrolisasi nilai. Artinya, nilai yang diberikan kepada siswa adalah cerminan kemampuan yang sebenarnya, tanpa manipulasi.
Yulianah memaparkan, standar nilai di SRMP saat ini belum disamakan dengan sekolah negeri pada umumnya. Jika di sekolah negeri standar ketuntasan mencapai 78, di SRMP dipatok di angka 65 berdasarkan hasil asesmen dan matrikulasi input siswa.
"Nilai harus diberikan apa adanya. Kalau belum bisa baca, ya tidak mungkin diberi nilai 70. Itu khayal. Kami bisa saja menerapkan sistem tidak naik kelas jika memang perlu, demi menjaga kualitas," tambah wanita yang biasa disapa Mem Yol oleh muridnya itu.
Sebagai solusi agar siswa tidak tertinggal tanpa harus mengatrol nilai, SRMP 14 Batu membentuk tim Academic Advisor (Penasihat Akademik). Guru wali tidak hanya mengajar, tetapi mendampingi secara intensif pada siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Terutama bagi mereka yang kemampuannya di bawah standar minimum.
Pendampingan dilakukan secara maraton, mulai dari bimbingan belajar khusus pukul 15.30 WIB hingga pendampingan oleh wali asrama di malam hari, termasuk bagi siswa yang belum lancar membaca. Kondisi belum meratanya kemampuan akademik itu diakuinya lantaran berbagai latar belakang siswa, seperti putus sekolah.
Baca Juga : Konsisten Dua Tahun Berturut-turut, MPM Honda Jatim Sabet Juara 1 CSR AHM 2026
Selain perbaikan nilai akademik, SRMP 14 juga mulai menyasar kompetensi unggulan berupa penguasaan bahasa asing. Program "Monday is English Day" bakal diluncurkan untuk membiasakan seluruh ekosistem sekolah berkomunikasi dengan bahasa Inggris setiap hari Senin.
"Kami mulai dari hal sederhana. Mulai dari Satpam saat menyapa tamu harus menggunakan bahasa Inggris. Ini cara kami membangun habituasi DNA Unggul," jelasnya.
Kasek yang juga memiliki latar belakang guru bahasa Inggris itu menambahkan, untuk memastikan grafik peningkatan kualitas tetap terjaga, SRMP 14 baru saja membentuk Tim Manajemen Penjamin Mutu. Tim ini diisi oleh kolaborasi antara kurikulum, guru, serta wali asrama untuk memantau ide kreatif, pelatihan, hingga memilah kompetensi siswa.
"Yang diharapkan tidak hanya berkarakter kuat dengan sistem asrama, tetapi juga memiliki kualitas akademik yang dapat bersaing mutnya dan bisa dipertanggungjawabkan secara jujur," imbuh Yulianah.
