09/12/2022 Feri MC Tegak Budoyo Kupas Prosesi Manten Adat Jawa  di Wedding Expo Jatim Times | Nganjuk TIMES
Wedding Expo Millennial JatimTIMES

Feri MC Tegak Budoyo Kupas Prosesi Manten Adat Jawa di Wedding Expo Jatim Times

Sep 19, 2022 10:07
Feri Indra Setiawan (kiri), MC Tegak Budoyo, saat mengisi talkshow di pameran pernikahan The Wedding Expo Millennial Jatim Times 2022, Minggu (18/9/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Feri Indra Setiawan (kiri), MC Tegak Budoyo, saat mengisi talkshow di pameran pernikahan The Wedding Expo Millennial Jatim Times 2022, Minggu (18/9/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pewarta: Irsya Richa | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Pengunjung mendapatkan pengetahuan terkait prosesi manten adat Jawa pada hari terakhir pameran pernikahan The Wedding Expo Millennial Jatim Times 2022b di Lippo Plaza Kota Batu, Minggu (18/9/2022).

Tata cara manten adat Jawa itu dibeber dalam talkshow yang diisi Feri Indra Setiawan, MC Tegak Budoyo. Feri membedah khususnya tentang proses panggih temu manten dalam pernikahan tradisional Jawa. “Saya di sini masih belajar. Di dunia seni tidak ada yang salah atau benar khususnya dalam hal ini prosesi wedding,” ucap dia.

Baca Juga : Ringankan Beban Dampak Kenaikan BBM, Gubernur Khofifah Bebaskan Pajak Kendaraan Angkutan Umum dan Ojek Online

Feri menjelaskan, panggih temu manten dimulai dengan bodol kembar mayang, balangan gantal, wiji dadi, junjung drajat, lantingan, sinduran, kacar kucur, dahar kembul, ngunjuk tuyo, mapak besan, sungkeman, pasrah tinampi. “Beberapa ritual ini-lah yang harus dilakukan oleh para pengantin jika memilih proses tradisional adat Jawa,” terang Feri.

Dulu, bahkan saat ini, sebelum melangsungkan prosesi panggih, calon pengantin tidak diperbolehkan bertemu. Namun seiring berjalannya waktu dan kebutuhan saat ini, hal tersebut sifatnya kondisional atau tidak menjadi masalah.

“Dulu itu tidak boleh ketemu. Sekarang karena kebutuhan rias, dikondisionalkan. Dan itu kepercayaan juga,” terang pria 30 tahun tersebut.

Feri menambahkan, proses siraman tidak semuanya diikuti  calon pengantin. Namun prosesi siraman ini bertujuan untuk mensucikan diri sehingga dilakukan sebelum akad nikah. “Siraman dilakukan H-1 atau H-2. Fungsinya untuk meleburkan dosa,” tambah Feri.

Bagi Feri, seiring dengan berkembangnya teknologi dan waktu bagi calon pengantin, mau menjalankan atau melestarikan pernikahan dengan adat Jawa itu sudah menjadi nilai plus. Apalagi saat ini ada banyak konsep pernikahan yang mulai berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga : Karnaval Desa Sambijajar Meriah, Dipadati Puluhan Ribu Penonton

“Sekarang calon manten melaksanakan pakai adat Jawa itu patut disyukuri karena meraka masih mau melestarikan budaya,” ujar Feri.

Menurut dia, setiap prosesi pada adat Jawa diajarkan oleh Sunan Kalijaga. “Semua ritual itu isinya doa mengagungkan Tuhan. Prosesi isinya doa dan harapan,” tutup pria asal Pasuruan itu.

Sementara itu, pameran pernikahan ini diikuti 10 vendor terbaik di Jatim sejak 15-18 September serta didukung 20 sponsor. Yakni  BCA, Indomaret, Maron Valey, Divisi Event Equipment, Dinamika, DMS Sound, Randy MC Malang, AB Project, FILE WO, SM Decoration, Heyda Decoration, Natural Decoration. Lalu ada SON (Soul of Nawak), Inez, Warung Kasemo, Look up Modelling School, 3G by Griselda, Waroeng Tani, Aston Hotel, Lippo Plaza, Indonesia Craft Uniqe dan CV Oegick Productions Malang.

Judul berita Feri MC Tegak Budoyo Kupas Prosesi Manten Adat Jawa di Wedding Expo Jatim Times.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
the wedding expo millenial jatim times 2022 Manten adat Jawa

Berita Lainnya