Lewat Dialog Kebangsaan, Keluarga Besar Alumni Unikama Kuatkan Rasa Nasionalisme | Nganjuk TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Lewat Dialog Kebangsaan, Keluarga Besar Alumni Unikama Kuatkan Rasa Nasionalisme

Aug 06, 2022 17:51
Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian kala memberikan cenderamata kepada Prof Hariyono, mantan Wakil Ketua Ketua BPIP periode sebelumnya (Anggara Sudiongko /MalangTIMES)
Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian kala memberikan cenderamata kepada Prof Hariyono, mantan Wakil Ketua Ketua BPIP periode sebelumnya (Anggara Sudiongko /MalangTIMES)

JATIMTIMES - Dialog Kebangsaan digelar Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Sabtu (6/8/2022). Dialog Kebangsaan dalam upaya memupuk dan menguatkan rasa nasionalisme ini dilaksanakan berbarengan dengan Kongres Ikatan Keluarga Besar Alumni Unikama dan mengambil tema Pembudayaan Ideologi Pancasila dalam Menghadapi Tantangan Era Society 5.0.

Dalam acara tersebut, menghadirkan para pemateri berkompeten dalam bidangnya. Mulai dari tokoh PGRI, budayawan, tokoh pemuda, hingga Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode lalu, Prof Hariyono.

1

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian menjelaskan, Dialog Kebangsaan dan kongres ini menjadi sebuah hajatan bagi Ikatan Keluarga Besar Alumni Unikama. Kongres diawali dengan Dialog Kebangsaan, menyiratkan pengurus yang ingin menegaskan tentang rasa nasionalisme dan ideologi Pancasila menjadi pioner dan penegak pilar kebangsaan.

Baca Juga : DPC GMNI Jombang Kukuhkan Pengurus Baru, Target Lahirkan Produk Intelektual

"Dan melalui Ikatan Keluarga Besar Alumni Unikama inilah dimulai (untuk menegakkan). Sebelum kongres, kita disegarkan dulu bagaimana menghadapi budaya bangsa yang terus terdisrupsi di era kemajuan teknologi," jelasnya.

3

Apapun era dalam perkembangan zaman, lanjutnya, agar nilai-nilai nasionalisme tak luntur, maka perlu untuk terus diperbincangkan dengan berbagai dialog-dialog kebangsaan. Dialog ini akan terus mewarnai pola pikir, perilaku serta tutur kata masyarakat. 

Semangat menghadirkan Pancasila sebagai living ideologi dalam kehidupan, adalah inisiasi dan tekad menghadirkan kembali Pancasila sebagai bagaian dari kehidupan. Cara lainnya untuk melakukan hal tersebut, tentunya dapat melalui sebuah budaya. 

"Lewat budaya juga lebih mudah untuk dimasukkan nilai Pancasila," paparnya.

4

Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni Unikama, Dr Nawaji menyampaikan, tema yang dipilih tentunya melihat perkembangan saat ini. Menurutnya, banyak generasi yang kurang memahami bagaimana sesungguhnya Ideologi Pancasila.

"Banyak dari mereka yang kurang memahami hal tersebut. Maka saya juga titip untuk alumni Unikama (untuk terus menggelorakan nasionalisme dikalangan generasi muda)," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pemateri dalam Dialog Kebangsaan, Prof Hariono menyampaikan, bahwa sebauh bangsa butuh falsafah dasar negara. Sebuah dasar yang bisa menyatukan Indonesia sebagai negara dan bangsa yang kuat. 

Baca Juga : Mengintip Keunggulan dan Prospek Karier Program Studi S-1 Akuntansi FEB Unisma 

"Bagaimana semua bisa satu, inilah Pancasila yang menjadi meja statis dapat menyatukan semua. Tanpa persatuan kita bisa terjadi adu domba," terangnya.

Selain itu, Pancasila sebagai line star dinamis yang bisa menjadikan bangsa sebagai bangsa adil, berdaulat dan makmur. Di sisi lain, dia juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dikuasai.

"Akan tetapi, hal tersebut tentu harus diimbangi dengan sebuah karakter. Dan inilah ruh dalam dunia pendidikan yang berkaitan dengan nilai kebangsaan dan Pancasila," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Rektor Unikama Dialog Kebangsaan

Berita Lainnya