Pesepak Bola Harus Tahu, Ada Aturan Offside Baru dari IFAB | Nganjuk TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pesepak Bola Harus Tahu, Ada Aturan Offside Baru dari IFAB

Aug 02, 2022 18:03
Checking goal sejak adanya VAR (foto: istimewa)
Checking goal sejak adanya VAR (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Pesepak bola di  seluruh dunia harus mengetahui adanya perubahan aturan offside yang akan diterapkan musim depan. Bahkan, regulasi itu akan membuat gol yang sebelumnya dinyatakan sah kini tidak lagi.

The International Football Association Board (IFAB) selaku badan yang membuat aturan sepak bola sebetulnya hanya mengubah sedikit panduan terhadap situasi 'permainan yang disengaja' atau disebut deliberate play. Hal ini bertujuan untuk mengurangi keuntungan situasional bagi para striker.

Baca Juga : Tiga Point Perdana Antar Persebaya Melesat di Lima Besar Liga 1

Contoh yang paling nyata yakni final UEFA Nations League 2021 yang mempertemukan Spanyol melawan Prancis. Saat itu, gol striker Prancis Kylian Mbappe dinyatakan sah meski sempat berada dalam posisi offside. Hal itu disebabkan umpan terobosan dari Theo Hernandez sempat menyentuh kaki bek  Spanyol Eric Garcia dan membuat bola lolos.

Pada aturan lama, Garcia dinilai melakukan deliberate play karena mencoba menghalau bola umpan Theo Hernandez. Meski akhirnya gagal menghalau, bola berhasil dikuasai Mbappe yang kemudian dinyatakan onside.

Namun saat ini kondisinya sudah berubah. Menurut regulasi baru, sebagaimana dijabarkan ESPN, deliberate play sekarang didefinisikan sebagai berikut:

- Bola bergerak dari jarak jauh dan pemain memiliki pandangan yang jelas terhadapnya
- Bola tidak bergerak cepat
- Arah bola tidak terduga
- Pemain memiliki waktu untuk mengoordinasikan gerakan tubuh mereka, yaitu bukan meregangkan badan atau melompat secara naluriah, atau gerakan dengan kontak/kontrol terbatas
- Bola yang bergerak di tanah lebih mudah dimainkan daripada bola di udara

Mengacu pada panduan baru ini, maka proses gol seperti yang diciptakan Mbappe tak lagi dinyatakan sah di masa depan. Sebab, upaya Garcia saat melakukan intersep bola kini masuk kategori 'meregangkan badan atau melompat secara naluriah'.

IFAB bukan hanya memberikan contoh kasus Mbappe-Garcia. Ada beberapa contoh gol lain yang digunakan sebagai panduan baru soal offside. Maka, gol pada contoh tersebut tak akan dinyatakan sah jika terulang di masa depan.

Baca Juga : Wonderkid Arema FC Dapat Sambutan Positif Aremania

Salah satunya proses terciptanya penalti Harry Kane pada laga Jerman vs Inggris Juni lalu. Dengan panduan baru itu, Kane dinyatakan offside dan tak akan mendapat penalti karena Lukas Klostermann dinilai tidak sengaja membelokkan bola.

Juga gol penyerang Belgia Romelu Lukaku ke gawang Rusia pada Euro tahun 2020 lalu. Saat itu, Lukaku sudah berada dalam posisi offside saat mendapat bola yang sebelumnya memantul dari Andrei Semenov. Tapi, gol tersebut saat ini dinyatakan tidak sah.

Terakhir, studi kasus lainnya adalah proses gol Karim Benzema yang dianulir pada laga final Liga Champions antara  Real Madrid melawan Liverpool akhir Mei lalu. Jika mengacu pada aturan baru, gol tersebut tidak sah karena posisi Benzema pada posisi offside.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Aturan offside baru Aturan sepak bola

Berita Lainnya