Agar Lebih Tepat Sasaran, Pemerintah Siapkan Perubahan Skema Subsidi Elpiji dan BBM | Nganjuk TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Agar Lebih Tepat Sasaran, Pemerintah Siapkan Perubahan Skema Subsidi Elpiji dan BBM

May 25, 2022 18:07
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Edy Priyono. (foto: Kantor Staf Presiden)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Edy Priyono. (foto: Kantor Staf Presiden)

JATIMTIMES - Pemerintah tengah menyiapkan transformasi skema subsidi pada elpiji 3 kilogram dan bahan bakar minyak (BBM). Perubahan tersebut rencananya dari subsidi terhadap barang menjadi subsidi terhadap orang atau sistem tertutup.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Edy Priyono, hal tersebut lantaran subsidi energi, khususnya elpiji, dinilai banyak yang kurang tepat sasaran alias banyak dinikmati oleh kelas menengah kebatas. 

Baca Juga : Dongkrak Ekonomi Warga Desa, Kapolres Tuban Wacanakan Kampung Durian

Edy mengatakan, pemerintah tetap mempertahankan subsidi BBM khususnya jenis pertalite dan elpiji  tiga kilogram untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga-harga komoditas sebagai imbas dari ketidakpastian global. 

Sebenarnya, pemerintah bisa saja mencabut subsidi dan melepas BBM jenis pertalite serta epji tiga kilogram dengan harga keekonomian demi menjaga stabilitas APBN. Namun, opsi tersebut tidak dipilih dan pemerintah justru menambah anggaran belanja untuk subsidi energi. 

“Agar lebih tepat sasaran, hanya mereka yang miskin atau rentan miskin yang menikmati” tegas Edy. 

Sebagai informasi, hingga April 2022, realisasi belanja negara untuk subsidi BBM dan elpiji mencapai Rp 34,8 triliun. Jumlah ini lebih tinggi 50 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021, yakni Rp 23,3 triliun. 

Edy menyebut, kenaikan subsidi BBM dan elpiji merupakan dampak dari kenaikan harga migas di pasar global. “Kita masih banyak mengimpor migas. Sehingga ketika harga beli naik dan kita ingin mempertahankan harga, subsidi harus naik,” imbuh Edy. 

Menurut dia, dengan skema subsidi terbuka seperti saat ini, dikhawatirkan volume bisa menjadi tidak terbatas. Sebab, masyarakat yang seharusnya tidak masuk kategori sebagai penerima subsidi justru turut menikmati subsidi tersebut. 

Baca Juga : Proyek Kereta Cepat Jebakan Utang China? Luhut Sampaikan ini

Edy mengungkapkan, implementasi trasnformasi skema subsidi energi akan disesuaikan dengan waktu, terutama melihat kondisi perekonomian terkini. Pemerintah juga masih menunggu kesiapan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Ini untuk menjaring masyarakat yang berhak mendapat subsidi dan tidak menggangu daya belinya,” pungkas Edy. 

Seperti diketahui, DPR RI telah menyetujui penambahan alokasi dan kompensasi untuk subsidi energi pada 2022. Rinciannya, Rp 71,8 triliun untuk subsidi BBM dan elpiji serta Rp 3,1 triliun untuk subsidi listrik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Subsidi elpiji dan BBM Elpiji dan BBM

Berita Lainnya