Viral Jenazah Dibawa Pulang Motor Tossa, RSUD Panti Waluyo Angkat Suara | Nganjuk TIMES

Viral Jenazah Dibawa Pulang Motor Tossa, RSUD Panti Waluyo Angkat Suara

Jul 27, 2021 20:04
Gambar Screenshoot video yang tersebar di Facebook.
Gambar Screenshoot video yang tersebar di Facebook.

MADIUNTIMES - Terkait video viral yang tersebar di media sosial Facebook seorang warga Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun yang membawa jenazah saudaranya berinisial T dengan menggunakan Motor Tossa pada Senin (26/7/2021) kemarin, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panti Waluyo Caruban angkat bicara.

Dalam release pers, Selasa (27/7/2021) bertempat di gedung pertemuan RSUD Caruban Ali Murtadho selaku Kepala Bidang Pelayanan didampingi Kasi Humas Yoyok A Setiawan menjelaskan, RSUD Panti Waluyo sudah menerapkan pelayanan sesuai dengan SOP yang ditetapkan pihak manajemen rumah sakit.

Baca Juga : Heboh Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Covid-19, Warganet Teriak Jangan Ada Kasus SARA Lagi

 

Adanya video yang sempat viral tersebut, Ali Murtadho menjelaskan, RSUD Panti Waluyo merupakan rumah sakit rujukan Covid-19. Jadi semua pasien yang masuk melalui Unit Gawat Darurat (UGD) ataupun yang rawat jalan harus mengikuti prosedur screening Covid-19.

 "Jadi semua pasien yang masuk baik melalui rawat jalan atau UGD tentunya mengikuti prosedur screening Covid-19," ungkap Kepala Layanan RSUD Panti Waluyo tersebut, sambil menambahkan karena hasilnya itu akan menyangkut proses selanjutnya.

Ali mengatakan, pihaknya menjalankan prosedur yang ada mulai pasien masuk, diperiksa dan dikasih oksigen, kemudian di screening karena itu SOP  rumah sakit.

"Video yang viral, ini sebenarnya memang di tenaga kami ini menjalankan prosedur itu pasien masuk dengan keluhan dan kondisi diperiksa. Dikasih oksigen kemudian di screening untuk menentukan positif apa negatif," ungkapnya. 

Ali menambahkan, saat akan melakukan Swab Antigen keluarga diberikan edukasi agar memahami prosedur yang dilakukan oleh RSUD Panti Waluyo,  namun saat melakuan edukasi keluarga pasien miss comunication.

Baca Juga : Hoaks Soal Covid-19 Jadi Atensi Kominfo Bondowoso

 

"Menurut pemeriksaan awal dokter itu pasti rawat inap. Itu harus di screening awal menggunakan Swab Antigen. Di tahap itulah dilakukan edukasi ke keluarga untuk dilakukan Swab Antigen. La mungkin di situ miss comunication atau mungkin pemahaman yang berbeda," tambahnya sambil mengatakan saat itu keluarga pasien menolak untuk dilakukan Swab Antigen dan minta untuk pulang tidak jadi dirawat.

Terkait meninggalnya pasien, Humas RSUD Panti Waluyo Yoyok tidak bisa menjelaskan apakah meninggal di rumah sakit atau di jalan "Kami tidak bisa menjelaskan tapi pada saat meninggalkan rumah sakit masih Hidup," ungkapnya.

"Hendaknya masyarakat membaca lebih seksama alur penanganan pasien Covid-19. Dengan begitu kesalahfahaman ini dapat diminimalisir dan keselamatan warga masyarakat lainnya bisa terjaga" pungkasnya.

Topik
video viral jenazah dibawa naik motor tossa rsud panti waluyo prosedur penanganan pasien berita kabupaten madiun

Berita Lainnya