GeNose C19 Dapatkan Izin Edar, Sektor Ekonomi Kreatif Kembali Bangkit | Nganjuk TIMES

GeNose C19 Dapatkan Izin Edar, Sektor Ekonomi Kreatif Kembali Bangkit

Feb 12, 2021 12:36
GeNose C19, alat deteksi Covid-19 buatan UGM
GeNose C19, alat deteksi Covid-19 buatan UGM

INDONESIATIMES - 24 Desember lalu, GeNose secara resmi telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Hal ini tentu membuat masyarakat Indonesia sedikit lega mendapatkan angin segar. Terutama bagi wisatawan dan juga pelaku ekonomi kreatif untuk pemulihan kembali sektor perekonomian yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Alat bernama GeNose C19 disebut dapat mendeteksi virus Corona Covid-19 dengan cara mudah dan biaya murah. GeNose C19 sendiri merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose. Alat yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mampu mendeteksi Covid-19 secara cepat, yaitu dengan melalui embusan napas. 

Baca Juga : 2 Ribu Nakes Lansia Divaksin Covid-19, Bupati Sanusi: Saya Juga Siap

Dibutuhkan waktu hanya 30 detik untuk bisa mengetahui hasil tes dengan tingkat sensitivitas 92 persen dan tingkat spesifitas sekitar 95 persen.

GeNose C19 juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem. Sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan  untuk keperluan pemetaan, pelacakan, dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual. Selain itu, biaya penggunaan GeNose pun lebih terjangkau untuk masyarakat, yakni hanya sekitar Rp 15-20 ribu.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan, optimis untuk penggunaan GeNose C19 di lingkungan Kemenparekraf dan akan diperluas hingga ke industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentunya suatu kelegaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk dapat membangkitkan kembali sektor ekonomi kreatif yang sempat terpuruk akibat pandemi.

“Alat GeNose ini harganya murah dan tingkat akurasinya dinyatakan tinggi, sehingga bisa digunakan. Misalnya untuk screening pengunjung sebelum nonton film di bioskop, atau penonton sebelum menyaksikan pertunjukan musik, bahkan screening kru film sebelum memulai proses shooting untuk memastikan aman dari Covid-19 dengan biaya yang lebih terjangkau dan lebih praktis. Keamanan dari sisi kesehatan ini sangat tergantung pada banyak sisi,” ungkap Angela Tanoesoedibjo, Kamis, (11/2/2021) kemarin.

Angela juga berencana akan berdiskusi lansung dengan para pelaku ekonomi kreatif, untuk segera melakukan penerapan lansung pemulihan di sektor perekonomian dan juga akan membuka ruang diskusi dengan pelaku bagaimana implementasinya di sektor ekonomi kreatif.

Baca Juga : Entaskan Kekeringan, Pemkab Malang Ajukan Pembangunan Embung dan SPAM

Penanganan kasus pandemic Covid-19 di Indonesia memang diperlukan langkah cepat untuk penanggulangan virus dengan strategi dan kebijakan optimal serta menyeluruh. Pemerintah melakukan upaya untuk mengurangi kasus secara tepat dengan harga yang cukup terjangkau melalui program 4T (Testing, Tracing, Tracking dan Treatment) untuk mencegah menyebarnya virus korona.

 

Topik
genose c19 berita genose covid 19 genose dapat izin edar Kemenparekraf RI

Berita Lainnya