Benarkah Air Mata Bisa Selamatkan Seseorang Dari Api Neraka? Begini Penjelasan Rasulullah SAW | Nganjuk TIMES

Benarkah Air Mata Bisa Selamatkan Seseorang Dari Api Neraka? Begini Penjelasan Rasulullah SAW

Feb 09, 2021 10:29
Ilustrasi tangisan seorang umat ketika bersedih (Ist)
Ilustrasi tangisan seorang umat ketika bersedih (Ist)

MALANGTIMES - Semua umat manusia tentunya pernah menangis. Menangis merupakan sesuatu yang mewakili ungkapan rasa kebahagiaan maupun kesedihan. Air mata yang keluar dari tangisan pun sama, yakni sebagai alat komunikasi mewakili tentang perasaan seseorang, baik sedih maupun bahagia.

Tapi tahukah kamu, jika Islam sendiri memandang air mata lebih dari itu. Di mana air mata bahkan bisa menjadi penentu seseorang keluar dari siksa api neraka. Lantas apa rahasia dibalik derai air mata itu?, seperti apa air mata penyelamat dari api neraka, dan apakah ada bentuk tangisan yang dilarang Islam?. Penasaran?. Simak penjelasannya hingga tuntas agar tak salah tafsir dan sesat.

Air mata seseorang jatuh tatkala seseorang dalam perasaan sedih ataupun terharu karena bahagia. Namun dalam beberapa peristiwa, air mata jatuh karena sesuatu hal tertentu. Seperi terpercik bawang, cabai dan lainnya. Para peneliti dari Jerman dan Amerika pernah meneliti air mata yang keluar dari sebab yang berbeda.

Dilansir dari Republika, disebutkan jika terdapat perbedaan dari air mata yang keluar karena kesedihan dan juga air mata yang terkena sesuatu, seperti halnya terpercik bawang atau cabai. Air mata yang keluar dari bawang atau cabai, ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya.

Namun sebaliknya, air mata yang keluar karena kesedihan atau rasa kecewa mengandung toxic yang beracun. Karena itu peneliti menyarankan agar baiknya seseorang mengalami kesedihan atau kekecewaan, agar menumpahkan air matanya. Sebab, dari penelitian, jika tak dikeluarkan, akan berdampak pada kesehatan lambung.

Dari penelitian ini pula dijelaskan, bagaimana pentingnya mengeluarkan air mata ketika merasa sedih atau kecewa. Dan salah satu hal yang dianjurkan untuk menangisi adalah perbuatan salah yang begitu disesali karena mengingat kesalahan dimasa lampau. Karena selain berdampak pada kesehatan, hal ini juga sesuai dengan yang dijelaskan Rasullullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah".

Lalu, apakah air mata tangisan haru memohon ampun akan menyelamatkan dari siksa neraka?. Dalam sebuah hadits dijelaskan, bahwa air mata bisa meletakkan pertolongan Allah di akhirat. Namun ketahuilah, air mata yang paling berkualitas, adalah air mata yang keluar karena menangis di keheningan malam, penuh harap dan besarnya rasa takut kepada Allah SWT.

Rasullullah telah mengingatkan, bagaimana tetesan air mata dapat menjauhkan seseorang dari api neraka. Rasullullah SAW bersabda, "Takutlah engkau akan doa (termasuk air mata) orang-orang yang dizalimi, sesungguhnya tiada lagi jarak pemisah antara Allah dengan orang tersebut,” (HR At Tirmidzi).

Dalam Alquran misalnya, Allah memberikan sifat orang-orang yang berilmu sebagai mereka yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah, menyungkurkan muka mereka (bersujud) sambil menangis dan bertambah khusyuk (QS Al Israa' : 109).

Sungguh besar keutamaan air mata yang keluar karena takut kepada Allah. Karena itu, air mata yang keluar atas penyesalan perbuatan dosa yang diperbuat akan menjadi penyelamat dari api neraka. Air mata menjadi salah satu pengukur keimanan seseorang.

Disisi lain, mengenai tangisan, apakah ada tangisan yang dilarang islam?. Air mata bisa jatuh dalam bentuk apapun, baik saat bahagia maupun sedih saat kehilangan seseorang yang dicintai. Namun Rasullullah SAW telah memberi peringatan atas tangisan meninggalnya anggota keluarga. 

Dari Ibnu Umar bahwa Hamzah menangis untuk Umar. Dan dia berkata, "Tenanglah wahai anakku!, Apakah kamu tidak tahu bahwa Rasulullah SAW berkata 'orang yang meninggal menderita karena tangisan keluarganya atas dirinya' ?,".

Menangis dengan kepergian salah satu anggota keluarga, bukanlah hal yang diharamkan. Kecuali tangisan tersebut disertai dengan ratapan yang terkesan berlebihan. Syekh Al-Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Fatawa menjelaskan, "Sebaliknya tidak ada dosa dalam air mata yang ditumpahkan oleh mata dan kesedihan di dalam hati, tetapi meratap dan meratap dilarang,".

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Saya meminta izin kepada Tuhan saya untuk berdoa memohon pengampunan baginya, dan Dia tidak memberi izin, dan saya meminta izin kepada Dia untuk mengunjungi makamnya dan dia memberi izin. Jadi kunjungi kuburan, karena mereka mengingatkan anda tentang kematian," (HR Muslim).

Topik
air mata penolak neraka dunia islami penjelasan Al Quran tentang tangisan

Berita Lainnya