Soal Kudeta, Demokrat Khawatir Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu 2024 dan Pilkada | Nganjuk TIMES

Soal Kudeta, Demokrat Khawatir Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu 2024 dan Pilkada

Feb 06, 2021 09:47
Partai Demokrat (Foto: Tribunnews)
Partai Demokrat (Foto: Tribunnews)

INDONESIATIMES- Partai Demokrat khawatir terancam tak bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dan Pilkada mendatang. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky yang was-was jika isu kudeta itu benar-benar terjadi.  

Riefky mengatakan jika kudeta posisi Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya akan menimbulkan dualisme internal partai. Oleh sebab itu, jika memang benar terjadi maka dianggap tidak sah oleh negara.  

Baca Juga : Polemik Kudeta Demokrat Memanas, Istana Tegur Moeldoko

"Jika skenario buruk itu terjadi, Partai Demokrat tentu tak lagi bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dan Pilkada mendatang," kata Riefky dalam keterangannya, Sabtu (6/2/2021).  

Lebih lanjut, Riefly mengatakan jika keluarga besar Partai Demokrat akan bersedih jika gerakan kudeta ini berhasil menobatkan Kepala Staf Presiden Moeldoko sebagai ketua umum baru. Jika kongres luar biasa tetap digelar, kata Riefky, maka akan melanggar AD/ART partai.

"Tidak mendapatkan persetujuan Majelis Tinggi Partai, dihadiri oleh mereka yang bukan pemegang suara yang sah, namun kemudian hasilnya dianggap sah dan segera disahkan oleh Kemenkumham, atau diresmikan oleh negara, tamatlah riwayat Partai Demokrat yang asli," tuturnya.

Riefky lantas menyatakan, jika partainya di bawah kepemimpinan AHY ingin berjalan dengan baik-baik tanpa konflik dan sejalan dengan tatanan demokrasi. Seperti diketahui isu kudeta ini lantas membuat Presiden Jokowi akhirnya bertindak. 

Jokowi disebut telah menegur Moeldoko atas kekacauan tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitternya. 

Baca Juga : Misi Balas Dendam The Penthouse Season 2, Bakal Bertabur Kameo Bintang Papan Atas Nih

"KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat," kata Andi.  

Di sisi lain, ia juga menyindir beberapa kader senior Demokrat yang diketahui mendukung Moeldoko. Andi menilai jika langkah mereka adalah sebagai sisa feodalisme.  

"Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda (AHY), kami maklumi. Itu sisa-sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik," lanjutnya. 

Topik
kudeta demokrat isu moeldoko kudeta demokrat isu kudeta demokrat Partai Demokrat

Berita Lainnya