Kerumunan saat di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kerumunan saat di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dilaksanakan pada hari ini Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari mendatang. Meski demikian, wisatawan yang ingin berwisata di Kota Apel ini masih diperkenankan.

Namun, berbagai persyaratan seperti hasil tes rapid antibodi harus dimiliki setiap pelancong. Karena seluruh wisatawan, utamanya yang berasal dari Kota Batu harus melengkapi perjalanannya dengan hasil uji covid-19 tersebut.

Baca Juga : Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Pemkot Malang Terus Upayakan ini

 

Hal serupa sebelumnya juga telah dilakukan selama momen libur natal dan tahun baru. Apabila diketahui tak memiliki hasil rapid test antibodi, maka wisatawan tidak diperkenankan masuk berwisata di kota yang terkenal akan kesejukannya itu.

“Selama PPKM kami tidak menutup tempat wisata. Tempat wisata tetap dibuka dengan pembatasan. Tetapi wisatawan juga harus disertai tes rapid antibodi,” ucap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Pemberlakuan syarat itu menurut Dewanti untuk mencegah adanya penularan. Sehingga bisa dipastikan jika pelancong yang datang seluruhnya dalam kondisi sehat dan tidak ada indikasi covid-19. “Kami ingin wisatawan ini bebas atau negatif covid-19,” imbuhnya. 

Dengan tidak ditutupnya tempat wisata selama PPKM itu, maka tempat wisata tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari menerapkan 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker).

Baca Juga : Boleh Gelar Hajatan Saat PPKM, Warga Kota Batu Harus Patuhi ini!

 

Kemudian memberlakukan kapasitas jumlah kunjungan 50 persen. Selain itu Dewanti juga fokus pada Alun-Alun Kota Batu, melihat di sana menjadi titik keramaian wisatawan dari berbagai daerah.

“Kami juga fokus terutama di Alun-Alun Kota Batu, karena di sana ramai. Sehingga nanti kita kendalikan supaya tidak mengundang masa,” tutup politisi PDIP ini.