Dua Orang Dipanggil Polisi Usai Ikuti Aksi Bela Kiai di Jember | Nganjuk TIMES

Dua Orang Dipanggil Polisi Usai Ikuti Aksi Bela Kiai di Jember

Jan 09, 2021 15:44
Ikhsan Munir Keluar dari Mapolres Jember usai Menjalani Pemeriksaan (Foto: Istimewa).
Ikhsan Munir Keluar dari Mapolres Jember usai Menjalani Pemeriksaan (Foto: Istimewa).

Satu persatu simpatisan Koalisi Masyarakat Bela Kiai Muqit dipanggil pihak kepolisian sebagai saksi. Mereka dipanggil guna kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana usai menggelar demonstrasi di depan Pemkab Jember pada 22 Desember 2020 lalu.

Polres Jember melayangkan surat panggilan kepada Ikhsan Munir warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo yang pada saat terjadi unjuk rasa diduga sebagai pengumpul massa atau koordinator.

Baca Juga : Lawan Petugas, Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Ditembak

Ditemui usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih empat jam, Ikhsan menyebut polisi melontarkan puluhan pertanyaan mulai dari perencaan aksi sampai pelaksanaan unjuk rasa.

"Intinya ya bagaimana tentang mengkondisikan warga untuk pengumpulan massa. Saya jawab, itu semua inisiatif warga karena beliau (Kiai Muqit; red) seorang ulama jadi agar terlindungi marwahnya," ucapnya.

Ikhsan menegaskan, tidak ada perencanaan dalam pengumpulan massa. Masyarakat secara spontanitas tergerak hatinya untuk melakukan aksi karena prihatin atas apa yang terjadi kepada ulama mereka, yaitu Kiai Muqit yang juga Wakil Bupati Jember tersebut.

Terkait keterlibatan dirinya dalam aksi, Ikhsan mengaku bukan sebagai koordinator. Ia hanya mengawal dan menjaga warga agar tidak melakukan tindakan ceroboh yang berujung anarkis.

Ikhsan menyatakan, sangat mengerti dengan kondisi pandemi saat ini dan menghormati protokol kesehatan. Kendati tetap turun ke jalan, warga diminta untuk menggunakan masker.

"Kami sangat menghormati hukum prokes makanya saya mengimbau kepada warga selalu menjaga kesehatan dan menjaga keamanan warga," tegasnya.

Baca Juga : Gelar Sidang PS, Ratusan Massa ‘Intimidasi’ Pengacara Penggugat

Dalam agenda pemeriksaan yang dilakukan pada Sabtu (9/01/2021), polisi juga memanggil simpatisan Koalisi Masyarakat Bela Kiai Muqit atas nama Fathur Rosi warga Desa Mangaran, Kecamatan Ajung. Keduanya dipanggil pada jam yang sama, pukul 10.00 WIB dan keluar hampir bersamaan pada pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, polisi juga telah memanggil Jumadi untuk pemeriksaan sebagai dengan perkara yang sama.

Aksi demonstrasi yang menyebabkan kerumunan orang dan berujung panggilan pemeriksaan ketiga simpatisan dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan itu mulanya terjadi akibat meruncingnya hubungan antara Bupati Faida dengan Wakil Bupati Muqit.

Ribuan massa datang secara bergelombang ke depan kantor Pemkab Jember dengan menggunakan truk terbuka dan kendaraan pribadi, serta membawa sejumlah poster yang isinya mengecam pejabat yang dinilai telah berlaku tidak sopan dan merendahkan martabat Kiai Muqit selaku wakil bupati maupun ulama di Jember.

Topik
aksi bela kiai jember Bupati Jember Wakil Bupati Jember koalisi masyarakat bela kiai muqit

Berita Lainnya