Aplikasi Nugie, Bawa Wisatawan Nikmati Cagar Budaya seperti di Dunia Nyata | Nganjuk TIMES

Aplikasi Nugie, Bawa Wisatawan Nikmati Cagar Budaya seperti di Dunia Nyata

Dec 10, 2020 14:13
Aplikasi Nugie (Nusantara Guide). (Foto: istimewa)
Aplikasi Nugie (Nusantara Guide). (Foto: istimewa)

Pandemi Covid-19 yang sudah berbulan-bulan lamanya di Indonesia, membuat sebagian besar masyarakat merindukan berwisata. Kegiatan wisata terpaksa harus ditahan dulu lantaran Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kabar baiknya, Pusat Studi Peradaban (PSP) Universitas Brawijaya (UB) yang telah melakukan riset lebih dari 3 tahun (2017-2020) menghasilkan purwarupa aplikasi berbasis android dengan nama Nugie (Nusantara Guide).

Baca Juga : Maksimalkan Pengawasan Pilbup Blitar, Bawaslu Luncurkan Empat Aplikasi

"Aplikasi ini bertujuan untuk menyediakan platform informasi dan navigasi digital tentang cagar-cagar budaya di Indonesia, khususnya Indonesian Cultural Heritage," ujar Rizki Febrianto SSn selaku Ketua Tim Aplikasi Mobile Nugie.

Istimewanya, pengguna aplikasi ini dapat merasakan dunia digital seperti pada dunia nyata tanpa adanya batasan atau diistilahkan imersif. 

Teknologi imersif merupakan teknologi yang mengaburkan batasan antara dunia nyata dengan dunia digital atau dunia simulasi, sehingga penggunanya bisa merasakan suasana yang mirip dengan dunia nyata.

Pengembangan teknologi imersif ini, kata Rizki, dapat menjadi salah satu alternatif penyajian informasi yang interaktif dan edukatif terhadap objek-objek budaya yang selama ini hanya disajikan secara konvensional.

"Objek-objek budaya, khususnya yang sulit dikunjungi dan membutuhkan biaya yang tinggi untuk menuju lokasi dapat diperkenalkan secara akurat dan detail kepada masyarakat melalui aplikasi mobile," timpalnya.

Selain itu, aplikasi ini juga menghubungkan para pemilik jasa tour guide, tour and travel, dan homestay (Community Based Tourism) dalam satu platform aplikasi di gawai ponsel pengguna.

"Teknologi yang dikembangkan dalam aplikasi ini antara lain Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), 360° Camera, Drone, Photogrammetry, Geo-Location dan Simultaneous Localization and Mapping atau SLAM," bebernya.

Tampilan antarmuka aplikasi ini berupa navigasi digital 3D yang interaktif. Sehingga dapat menjadi penunjuk arah dan menampilkan informasi sebuah situs sejarah yang sedang dikunjungi oleh pengguna secara simultan.

Baca Juga : Samsung Galaxy Z Fold 3 Segera Rilis, Fitur Kamera Akan Ada di Bawah Layar

Uji coba lapangan aplikasi nugie telah dilakukan di Museum Mpu Tantular, Sidoarjo. Hasilnya aplikasi ini berhasil menjadi pemandu digital yang bisa mengarahkan pengguna menjelajah benda-benda koleksi utama dalam museum tersebut secara simultan. Dokumentasi uji coba ini bisa dilihat lebih jelas di website Pusat Studi Peradaban, www.psp.ub.ac.id.

Rizki menambahkan, teknologi merupakan salah satu pilar strategi promosi pariwisata dan dapat menjadi motor penggerak untuk menarik wisatawan bahkan di tempat wisata yang kurang terkenal sekalipun.

Pemanfaatan internet of things (IoT) ini dapat menyumbang kontribusi yang besar untuk menjadikan tempat pariwisata sebagai salah satu objek pasar global, bahkan mampu menciptakan pasar baru dalam berbagai bidang lainnya.

 

Topik
aplikasi nugie Pandemi Covid 19 nusantara guide

Berita Lainnya