Desaku Menanti di Kota Malang (foto dok MalangTIMES)
Desaku Menanti di Kota Malang (foto dok MalangTIMES)

Upaya mengubah Mindset eksorang jalanan, pengemis, pengamen dan anak jalanan terus dilakukan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang. Hal itu karena Dinsos ingin warga Desaku Menanti yang saat ini berjumlah 34 KK itu bisa hidup mandiri.

Kepala Dinsos-P3AP2KBK Kota Malang, Peny Indriani mengatakan bahwa hingga saat ini warga Desaku Menanti masih menjalani bina mental. "Tapi kalau untuk warga Desaku Menanti tahun ini bina mental. Jadi 34 KK itu kita bina mental dulu, mentalnya biar berubah, tidak selalu menggantungkan terus," kata Peny.

Baca Juga : Pertama Kali Mancing, Wali Kota Batu: Ini Hal Baru Bagi Saya

 

Sejauh ini, Dinsos P3AP2KB menilai kondisi pandemi covid-19 membuat pelatihan lebih diarahkan ke bantuan sosial (Bansos). Hal itu juga akibat peraturan di mana pemerintah daerah harus me-Refocusing anggaran untuk penanganan covid-19.

"Mungkin situasi kayak gini kita juga banyak pelatihan-pelatihan kita alihkan ke Bansos, memang tahun ini sedikit terhambat. Mudah-mudahan sudah tuntas (bisa lulus semua) sudah 5 tahun juga, dan mereka sudah saya sarankan," ungkapnya.

Namun Dinsos-P3AP2KB mengaku bahwa warga Desaku Menanti masih memiliki mindset yang kurang bagus mengingat mereka juga kerap kembali lagi mencari uang di jalanan. Padahal sebelumnya telah diberikan pelatihan untuk berkarya agar bisa menghasilkan uang yang tidak perlu lagi turun ke jalan.

Baca Juga : Bukan Pelantikan Biasa, Wali Kota Probolinggo Kembali Kejutkan OPD

 

"Terus saya dorong untuk segera 'mentas' dari sana (Desaku Menanti). Supaya pelatihan yang sudah diberikan itu bermanfaat bagi mereka. Toh nantinya yang merasakan hasilnya juga mereka sendiri," pungkasnya.