Komisioner KPAI Retno Listyarti. (Foto:  Pontas.id)
Komisioner KPAI Retno Listyarti. (Foto: Pontas.id)

Publik tengah dihebohkan dengan kasus guru yang mengajak para siswanya memilih ketua OSIS seagama. Terkait kasus ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun mengeluarkan lima rekomendasi.  

Komisioner KPAI Retno Listyarti menilai jika ajakan guru TS yang viral itu merupakan ancaman atas keragaman di sekolah negeri.  

Baca Juga : Sikap SMA-SMK di Kota Malang Antisipasi Pelajar Ikut Demo UU Cipta Kerja

Oleh sebab itu KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan/BAP terhadap guru tersebut sesuai dengan PP No. 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri.

"Jika terbukti melakukan pelanggaran, maka Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta harus bertindak tegas agar ada efek jera," ucap Retno.

Lalu KPAI juga mendorong agar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memiliki program pelatihan bagi para guru dan kepala sekolah tentang isu memperkuat nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, persatuan dan penghargaan atas keragaman dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pelatihan ini tentunya bertujuan agar para guru bisa menyemai keragaman dan menjadi role model bagi para siswa.  

Selain itu, KPAI juga mendorong Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta membuat survei singkat untuk mengukur dan memetakan pandangan siswa atas keragaman, toleransi dan diskriminasi dengan sasaran survei para siswa dan guru.  

Nantinya hasil tersebut akan menentukan intervensi seperti apa yang harus dilakukan pemerintah dalam menguatkan nilai-nilai persatuan dan keragaman di sekolah.  

Kemudian, KPAI mendorong para siswa untuk menjadi pelopor dan sekaligus pelapor jika menemui, menyaksikan atau mengalami diskriminasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Baca Juga : Siswa Probolinggo Suka Cita Sambut Pembelajaran Tatap Muka

Terakhir, KPAI mendorong pihak sekolah untuk melakukan refleksi atas peristiwa ini dan sekolah wajib melindungi anak yang diduga mengirimkan screenshoot percakapan TS di grup WA "Rohis 58" hingga menyebar di medsos.  

Sebelumnya, dalam percakapan itu TS yang merupakan guru agama Islam dan Budi Pekerti meminta anggota grup tidak memilih calon ketua OSIS yang beragama non-muslim.  

Tangkapan layar itu lantas beredar di medsos dan menjadi viral.

“Assalamualaikum…hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam…jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita," begitu kata TS dalam screenshoot yang beredar.  

“Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Awas Rohis jgn ada yg jd pengkhianat ya,” lanjut TS.