Kepala Bulog Subdivre Kediri Mara Kamin Siregar saat mengecek beras di gudang Bulog.(eko arif s/Jatimtimes)
Kepala Bulog Subdivre Kediri Mara Kamin Siregar saat mengecek beras di gudang Bulog.(eko arif s/Jatimtimes)

Kementerian Sosial dan Perum Bulog meluncurkan Program Bantuan Sosial Beras kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di seluruh Indonesia.

Program bansos beras ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat Program KPM-PKH di seluruh Indonesia.

Baca Juga : Kerjasama dengan TNI, Babinsa Diharapkan Sukseskan Program KB di Lumajang

Di samping itu, bantuan ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 agar kebutuhan pokok mereka bisa terpenuhi dan tetap terjaga kesehatannya.

Bansos beras akan diberikan kepada 10 juta KPM-PKH untuk tiga bulan alokasi dari Juli-September 2020 dan masing-masing KPM akan mendapatkan beras kualitas medium sebanyak 15 kilogram per bulan.

Sementara itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri mengaku siap dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) tersebut di wilayah kerjanya, meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Kepala Bulog Subdivre Kediri, Mara Kamin Siregar mengatakan, launching bansos beras ini dilakukan secara serentak, termasuk di Kementrian Sosial Jakarta.

Bulog Kediri akan menyalurkan beras bansos sebanyak 2.200 ton tiap bulannya. 

"Beras ini diperuntukkan selama 3 bulan yakni, Juli, Agustus dan September,” katanya saat ditemui di Gudang Bulog yang terletak di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (3/9/20).

Kamin menegaskan, Bulog Kediri siap untuk menyalurkan program bansos tersebut. Namun, pihaknya hingga detik ini masih menunggu kesiapan termasuk juknis dari pusat.

Baca Juga : Masih Berpredikat BB, Pemkot Malang Targetkan Capai SAKIP dengan Predikat A

Untuk diketahui jumlah PKM penerima bansos di masing-masing wilayah yakni, Kabupaten Kediri 72.208 KPM, Kota Kediri 8.674 KPM dan Kabupaten Nganjuk 66.236 KPM.

Kamin menambahkan, pihaknya beserta jajaran Bulog berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras dari  gudang Bulog Subdivre Kediri akan terjamin baik sampai ke penerima.

"Tadi kita lihat kan, kualitas dari beras yang akan didistribusikan ini hasilnya benar-benar bagus. Semuanya sudah mencoba tadi setelah beras bansos ini dimasak," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kamin menjelaskan, dengan adanya program Bansos beras ini maka tidak hanya masyarakat penerima bansos saja yang merasakan manfaatnya. Namun, juga para petani yang merupakan kelompok masyarakat terdampak Covid-19. 

Kamin menegaskan, beras yang dibeli Bulog berasal dari petani saat panen raya yang sudah sesuai dengan amanah Inpres Nomor 05.2015.