Gunung Fuji (Foto:  PlanetWare)
Gunung Fuji (Foto: PlanetWare)

Gunung Fuji merupakan salah satu wahana wisata paling populer di Jepang yang selama masa pandemi Covid-19 ini diamankan dengan ketat.

Kabarnya, di wilayah gunung tertinggi di Jepang itu, diberikan CCTV dan juga alarm. Pasalnya, bulan Juni merupakan masa puncak ramainya wisatawan datang ke Gunung Fuji.  

Baca Juga : Upacara Kasada Tahun Ini Digelar Secara Privat, Hanya untuk Masyarakat Suku Tengger

 

Dalam kondisi normal biasanya ribuan orang datang untuk mendaki gunung tersebut. Sayangnya, di tahun ini semua kegiatan itu harus dihentikan lantaran terjadi wabah Covid-19.  

Dilansir melalui Sora News, Prefektur Shizuoka dan Yamanashi sempat akan membuka Gunung Fiji pada 10 Juli mendatang.  

Namun rencana itu rupanya ditunda dan akhirnya diputuskan untuk menutup jalur pendakian sepanjang musim panas sampai berakhirnya musim pendakian yakni di bulan September.

Sedangkan pemasangan CCTV dan alarm bertujuan untuk memperketat penjagaan Gunung Fuji agar mencegah pendaki menerabas.  

Terdapat dua jenis barikade yang didirikan yakni di pos pertama dipasang palang logam yang membentang dan diberi tanda dalam bahasa Jepang, Inggris dan China. Tulisan tersebut menjelaskan jika gunung telah ditutup.  

Baca Juga : Akibat Covid-19, Fenomena Frost Gunung Bromo Tak Bisa Dinikmati Wisatawan

 

Kemudian, sekitar 30 meter dari tulisan tersebut dipasangi pengeras suara yang memberi instruksi sekaligus peringatan: "Bahaya! Bahaya! Jangan masuk!"

 

 

Kondisi saat ini memang sangat mengkhawatirkan untuk para pendaki. Belum lagi medan yang ditempuh juga tak mudah yang dikhawatirkan akan memicu kecelakaan bagi pendaki, ditambah lagi adanya pandemi Covid-19.