Kantor Kementerian Agama Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Kantor Kementerian Agama Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Sebanyak 658 orang Calon Jamaah Haji (CJH) dari Lumajang yang sudah lunas Ongkos Naik Haji (ONH) akhirnya batal berangkat ke tanah suci tahun ini. Hal ini terjadi menyusul pengumuman dari Menteri Agama RI, dimana tahun ini, Indonesia tidak memberangkatkan CJH ke tanah suci.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Lumajang, Moch. Sugianto S. Kom kepada medi ini mengatakan, persiapan kabupaten Lumajag sebenarnya sudah mencapai 90 persen.

Baca Juga : Ibadah Haji 2020 Ditiadakan, 947 CJH Kota Malang Batal Berangkat

"Sebagian besar CJH Lumajang paspornya sudah selesai. Bahkan berbagai persiapan lainnya juga sudah siap, tinggal berangkat saja, namun karena pemerintah mengumumkan tidak ada pemberangkatan haji untuk tahun ini, maka kami sudah melakukan sosialisasi melalui KBIH yang ada di Lumajang," kata Moch. Sugianto S. Kom malama ini.

DIjelaskan, lebih dari 90 persen CJH Lumajang mengikuti bimbingan haji melalui beberapa KBIH yang ada di Lumajang, maka Kantor Kemenag Lumajang sudah menyampaikan kepada seluruh KBIH di Lumajang untuk menyampaikan perihal penundaan ini kepada CJH-nya.

"Tetapi secara resmi nanti akan kita sampaikan kepada CJH langsung, mungkin melalui surat karena itu memang menjadi kewajiban kami untuk menyampaikan kepada calon jamaah haji dari Lumajang," kata Moch. Sugianto kemudian.

Sesuai dengan perencanaan dari Kantor Kemenag Lumajang, sedianya CJH dari Lumajang akan diberangkatkan dari Lumajang pada tanggal 25 Juni mendatang dengan kloter 85.

"Kloter 85 kita rencanakan pada tanggal 25 Juni mendatang. Sedangkan kloter berikutnya biasanya hanya dalam selisih jam saja, karena ada pengaturan di embarkasi Sukolilo Surabaya. Dan kami sudah siap sebenarnya," jelasnya kemudian.

Baca Juga : Video Risma Marah Akibat "Sabotase" Mobil PCR Viral, Ternyata Gara-Gara Stafnya!

Ketika ditanya soal penyebab penundaan ini, Sugianto tidak bersedia memberikan penjelasan, karena hal itu menjadi wewenang dari pemerintah pusat.

"Kalau itu wewenang pemerintah pusat pak, kami dibawah hanya menjalankan saja dan mempersiapkan calon jamaah hajinya," urai Moch. Sugianto lagi.

Namun sebagaimana banyak diberitakan sejumlah media, penundaan ini karena pemerintah Saudi Arabia belum bisa memberikan kepastian apakah akan menerima jamaah haji untuk tahun ini.