Wali Kota Malang Sutiaji: PSBB Malang Raya, Langkah Preventif Putus Penyebaran Covid-19 | Nganjuk TIMES

Wali Kota Malang Sutiaji: PSBB Malang Raya, Langkah Preventif Putus Penyebaran Covid-19

Apr 29, 2020 08:15
Suasana rapat antara perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama tiga kepala daerah Malang Raya di Kantor Bakorwil III Malang, Selasa malam (28/4). (Foto: Istimewa)
Suasana rapat antara perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama tiga kepala daerah Malang Raya di Kantor Bakorwil III Malang, Selasa malam (28/4). (Foto: Istimewa)

Pengajuan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya telah disepakati bersama tiga kepala daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. 

Ketiga kepala daerah sepemahaman untuk tidak gegabah terkait penanganan Covid-19. Mengingat, semakin hari jumlah kasus pasien positif yang terus bertambah.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat antara perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama tiga kepala daerah Malang Raya di Kantor Bakorwil III Malang, Selasa malam (28/4).

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, langkah Malang Raya mengambil penerapan PSBB dinilai sebagai tindakan preventif. Pihaknya tak mau seakan terus kecolongan dengan akses keluar masuk orang yang tidak bisa diketahui pasti sebagai pembawa virus atau tidak.

Terlebih, peningkatan kasus di Kota Malang semakin hari terus meningkat secara signifikan. Bahkan, sebarannya menyeluruh di Kecamatan yang ada di Kota Malang.

"Saat ini, di Kota Malang yang positif itu bukan masyarakat saja. Di kami, nakes (tenaga kesehatan) dan keluarganya juga kena. ODP (Orang Dalam Pantauan) juga meningkat. Itu yang saya khawatirkan. Makanya, PSBB ini sebagai langkah preventif, terlepas nanti diterima atau tidak," jelasnya.

Sebelumnya, Kota Malang memang yang paling kukuh mengajukan penerapan PSBB. Namun, saat pengajuan awal, harus terhenti karena dinilai kurang efektif jika tidak dilakukan se-Malang Raya.

"Ketika Kota Malang mengajukan PSBB, tidak dibarengi Kabupaten Malang dan Kota Batu, efektivitasnya kurang. Kita cost-nya banyak, akan tetapi kalau kurang efektif, maka nilainya yang tinggi," imbuhnya.

Sementara, berkaitan dengan skoring untuk penentuan pemberlakuan PSBB ia mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemproc) Jawa Timur untuk tidak bergantung dengan hal itu.

Ia melihat penerapan PSBB Surabaya Raya yang juga mengikut sertakan Kabupaten Gresik. Di mana, jumlah kasus Covid-19 di Gresik terpantau lebih kecil dibanding Kabupaten Malang.

Namun, penerapan PSBB di Gresik tetap mendapat peesetujuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lantaran diajukan bersama Surabaya dan Sidoarjo.

"Ketika kita bicara kaitannya dengan skoring, Batu saya yakin skoringnya tidak memenuhi, tapi ini kan penyangga (kawasan Malang Raya). Lha paradigma kami dengan tiga daerah itu, supaya lebih efektif tidak usah menunggu skoring-lah. Artinya yang memberikan skor itu, bukan kami karena otoritas boleh atau tidak, diizinkan atau tidak itu adalah kewenangan kementerian kesehatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Politisi Demokrat ini menyatakan penerapan PSBB juga beekaitan dengan transmisi lokal. Sebut saja, Kabupaten Malang yang secara kewilayahan berkaitan erat dengan Kota Batu.

Karenanya, kebijakan tersebut dinilai efektif ketika wilayah Malang Raya menjadi satu kesatuan.

"Ketika kami hanya melakukan kabupaten dan kota padahal di lintasan itu kalau orang Pujon mau ke kabupaten pasti lewat Batu. Transmisi lokal itu memjadi salah satu point. Sehingga mobilisasi orang antara Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu sudah menjadi satu kesatuan," tandasnya.

Diketahui, untuk Kota Malang data kasus Covid-19 per tanggal 28 April 2020, jumlah pasien positif meningkat menjadi 16 kasus. 8 pasien telah dinyatakan sembuh, dan 8 lainnya masih dalam perawatan.

Kemudian, ODR (Orang Dalam Risiko) 1.910, lalu OTG (Orang Tanpa Gejala) ada 174. Sedangkan ODP (Orang Dalam Pantauan) sebanyak 699, sejumlah231 masih dalam pantauan dan 468 selesai dipantau.

Sementara untuk PDP totalnya 163 orang, yang meninggal dunia sudah 9 orang, dan 64 orang telah selesai pengawasan. Sedangkan 90 lainnya masih menjalani perawatan.

Topik
Malang Berita Malang berita malang hari ini Wali Kota Malang Sutiaji PSBB Malang Raya Putus Penyebaran Covid 19 Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Berita Lainnya