Tiga Kepala Daerah Kumpul Bahas Persiapan PSBB Malang Raya | Nganjuk TIMES

Tiga Kepala Daerah Kumpul Bahas Persiapan PSBB Malang Raya

Apr 27, 2020 17:21
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Malang Raya temui titik terang.

Pasalnya, pasca pengajuan secara mandiri dari Pemerintan Kota (Pemkot) Malang beberapa waktu lalu, kini dua daerah lainnya dari Kabupaten Malang dan Kota Batu mulai tergerak untuk ikut menerapkan hal itu.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pertemuan tiga daerah untuk pembahasan PSBB Malang Raya rencananya dilakukan besok malam (Selasa, 18/4) di Kantor Bakorwil Kota Malang.

"Besok malam undangannya, kita dikumpulkan sama Bakorwil berkaitan dengan persiapan PSBB Malang Raya," ujarnya, ditemui di Balai Kota Malang, Senin (28/4).

Dari pengajuan PSBB Mandiri Kota Malang, ia menyebut jika Pemkot Malang tidak pernah menarik kembali. Hanya saja, kondisi efektifitasnya memang masih menjadi pertimbangan untuk direalisasikan.

"Kami tidak pernah menarik dari pengajuan. Kan kemarin kondisinya itu bisa (penerapan PSBB), cuma efektifitasnya kan harus Malang Raya. Lha ini ketika sudah ya kita ngikut saja," imbuhnya.

Apalagi, jumlah pasien positif Covid-19 kian hari juga bertambah. Hal ini kiranya bisa menjadi perhatian untuk semakin menguatkan physical distancing di semua wilayah.

"Goal-nya kan kita bisa menekan tingkat penyebaran virus. Karena dengan jumlah positif yang terus bertambah dan sebarannya merata. Kemudian, semakin menyebar beberapa cluster- cluster baru yang itu susah dipantau, juga transmisi lokalnya semakin tinggi. Terlebih mau tidak mau kita harus dikuatkan physical distancing itu," jelasnya.

Lebih lanjut, politisi Demokrat ini menyampaikan dengan penerapan PSBB dalam menangani penyebaran Covid-19, dinilai akan lebih maksimal. Sebab, ada aturan dan regulasi yang jelas untuk menindak apabila ada pelanggaran dari kebijakan.

"Nanti diatur (sanksi pelanggar PSBB). Kami sudah punya perwal berkaitan dengan itu. Inilah yang ketika PSBB diberlakukan kota ada punishment bagi yang melanggar," tandasnya.

Diketahui, pertambahan kasus Covid-19 di Kota Malang per 26 April 2020, untuk pasien positif mencapai 14 orang. 8 di antaranya dinyatakan sembuh, 6 pasien lainnya masih dalam perawatan.

Kemudian, untuk pasien ODR (Orang Dalam Risiko) mencapai 1.909 orang. Sementara OTG ada 166. Kemudian, ODP (Orang Dalam Pemantauan) tercatat 672. Sebanyak 231 masih dalam tahap pemantauan, dan 441 pasien telah selesai tahap pemantauan.

Selanjutnya untuk PDP mencapai 155 orang, 8 pasien telah dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 54 telah selesai dalam pengawasan, sedangkan 92 masih dalam tahap perawatan.

Topik
Malang Berita Malang Berita Hari Ini pandemi covid19 Persiapan PSBB Malang Raya Pemkot Malang Wali Kota Malang Sutiaji Kantor Bakorwil Kota Malang

Berita Lainnya