Ada Dua Tambahan Pasien Positif Covid-19 dari Kabupaten Malang | Nganjuk TIMES

Ada Dua Tambahan Pasien Positif Covid-19 dari Kabupaten Malang

Apr 16, 2020 19:10
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Terjadi perubahan data pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang terhitung sejak Rabu (15/4/2020) menjelang pukul 18.00 WIB. Jumlah yang awalnya   11 menjadi 13 pasien. Artinya, ada ambahan dua pasien positif covid-19 baru.

Penambahan dua pasien positif covid-19 tersebut dirilis melalui website resmi satgascovid19.malangkab.go.id dan akun resmi Twitter @Malangkab.  Juga dirilis peta persebaran pasien terkonfirmasi positif, PDP, ODP, OTG, dan ODR.

Terkait penambahan dua pasien baru tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan berbeda kluster penularan. "Jadi, memang untuk pasien yang baru dua kemarin, itu satu kami lagi proses men-tracing dari mana (tertular)," ujarnya di Pendopo Pemkab Malang di Kepanjen, Kamis (16/4/2020) sore tadi.

Arbani tidak memyebut nama maupun profesi satu pasien positif covid-19 baru itu. Namun, diduga dia adalah perawat karena Arbani mengatakan kemungkinan besar kluster penularannya terjadi saat dia merawat pasien positif covid-19  dari Kecamatan Pakis. 

"Secara garis besar kalau kita melihat yang kemarin, pada saat penanganan satu orang pasien dari Pakis, itu yang bersangkutan ikut memberikan perawatan. Jadi, kemungkinan itu bersumber dari pelayanan kepada pasien. Jadi, kalau saya lihat klusternya sambungan atau OTG dari pasien Pakis," ungkapnya. 

Terkait pasien positif covid-19 yang kedua, Arbani menyebut terdapat keterikatan dengan pasien positif covid-19  di Kecamatan Bululawang. Seperti diketahui, dari Bululawang, ada dosen Universitas Negeri Malang (UM) yang positif covid-19 sepulang pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Istri dosen tersebut juga dirawat. 

Hasil tes terhadap istri dosen itu sudah keluar dan dia dinyatakan positif covid-19. "Yang kedua itu, saya melihat ada hubungannya dengan kasus yang di Bululawang. Satu keluarga memang. Dari satu keluarga itu, kebetulan ini adalah istri (pasien) yang dari Bululawang," katanya. 

Terkait karantina di rumah atau isolasi mandiri di rumah, tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang sering mengalami kesulitan terhadap pasien yang berada dalam satu keluarga.  "Jadi, kalau kita mau karantina satu orang dalam satu keluarga itu kesulitan karena mereka harus benar-benar patuh tidak menggunakan alat-alat atau benda-benda yang ada di rumah," ujar Arbani. 

Terkadang juga masih terdapat pasien yang melakukan karantina di rumah atau isolasi mandiri, namun mematuhi aturan yang telah ditetapkan.  "Itu (alat-alat yang ada di rumah) oleh yang bersangkutan sering juga dipakai oleh anggota keluarga lain. Itulah yang menyebabkan kami kesulitan," tandasnya. 

Untuk mengantisipasi hal-hal terkait karantina di rumah yang terkadang masih melanggar aturan yang telah ditetapkan, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang akan mengubah SOP (standar operatiomal procedure)  untuk lebih menertibkan.

"Jadi kalau sebenarnya sudah tahu atau sudah dilakukan swab, kami coba berusaha untuk mengubah SOP. Bahwa kalau sudah diadakan swab dan satu orang (dalam keluarga) harus dikarantina mandiri. Sendiri, bukan bersama keluarga," tegas Arbani.

Untuk diketahui, data terbaru pada hari ini Kamis (16/4/2020) pukul 18.00 WIB yang dirilis Satgas Covid-19 Kabupaten Malang melalui laman resminya menunjukkan bahwa terdapat total konfirmasi positif berjumlah 13 pasien. 

Sedangkan  kasus PDP (pasien dalan pengawasan) berjumlah 103 pasien, ODP (orang dalam pemantauan) berjumlah 252 orang. Sementara OTG (orang tanpa gejala)  46 orang serta  ODR (orang dalam risiko) berjumlah 3.263 orang. 

Topik
Malang Berita Malang Berita Hari Ini covid19 di malang update covid19 di malang Dua Tambahan Pasien Positif Covid19 Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo Satgas Covid19 Kabupaten Malang

Berita Lainnya