Cek Kesiapan Pemkot Malang Jika PSBB Diberlakukan untuk Tekan Penyebaran Covid-19 | Nganjuk TIMES

Cek Kesiapan Pemkot Malang Jika PSBB Diberlakukan untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Apr 16, 2020 18:13
Balai Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Balai Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih bersikukuh untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Segala pertimbangan telah dipersiapkan jika kebijakan itu disetujui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Draft pengajuan yang terlampir dalam surat bernomor 342.1/1040/35.73.100/2020 perihal permohonan penerapan kebijakan PSBB tertanggal 14 April 2020 secara resmi juga telah dikirimkan ke Kemenkes melalui Gubernur Jawa Timur.

Lalu, apa yang telah dipersiapkan Pemkot Malang untuk bisa menerapkan PSBB?

Wali Kota Malang Sutiaji, menyatakan, ada beberapa hal yang sudah dipersiapkan untuk memberlakukan kebijakan PSBB apabila nantinya telah mendapat persetujuan. Di antaranya, penguatan posko pantau di pintu masuk ke kota Malang, baik di area titik henti angkutan umum.

Titik-titik posko penanganan Covid-19 itu berada di kawasan Terminal Landungsari, Hawai Water Park, Terminal Arjosari, hingga Stasiun Malang.

"Mobilitas orang dari luar ini kita pantau. Kita akan lebih disiplin lagi orang yang dari luar. Baik pakai mobil pribadi maupun pakai kendaraan-kendaraan atau transportasi umum," ucapnya, Kamis (16/4/2020). 

Sutiaji melanjutkan, pihaknya akan secara ketat melakukan pengecekan kesehatan di posko-posko itu.

"Kita lihat, cek satu per satu berkaitan dengan masalah suhu badan, dilihat kalau itu melebihi dari 38 maka sesuai dari protap Dinas Kesehatan seperti apa," ujarnya.

Persiapan lainnya, berkaitan dengan menyiapkan rumah karantina atau tempat transit bagi pendatang yang terdeteksi berpotensi rawan atau resisten Covid-19. 

Ada tiga tempat yang sudah dipersiakan untuk rumah isolasi tersebut. Yaitu, Balai Diklat Provinsi di Jl Raya Langsep, Rusunawa milik Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang), dan Rusunawa bantuan dari Kementrian PUPR di Tlogowaru. Dengan akumulasi penampungan mencapai 1.000 orang.

"Berkaitan dengan masalah rumah isolasi sudah siap, untuk mengisolasi orang-orang yang datang dan rawan membawa virus," imbuhnya.

Selain itu, persiapan lainnya berkaitan dengan sarana prasana fasilitas kesehatan. Pemkot Malang dalam hal ini tidak hanya menyiapkan baik rumah sakit rujukan maupun non rujukan untuk menangani persoalan Covid-19.

"Rumah sakit-rumah sakit rujukan dan non rujukan, rumah sakit daerah (RSUD Kota Malang) juga sudah kita siapkan. Hingga kesiapan jaringan pengaman sosial dengan anggaran yang ada," jelasnya.

Selanjutnya, ia juga menekankan penerapan physical distancing hingga ke tingkat kelurahan di Kota Malang. Sehingga, akses keluar masuk orang bisa dipantau dengan maksimal.

"Banyak orang yang tidak terjangkau, maka perlu physical distancing ini dikuatkan. Kita sampaikan kepada pak lurah dan pak camat untuk meningkatkan itu. Sehingga pemantauan akses orang keluar masuk itu tidak menyulitkan," terangnya.

Tak hanya itu, Politisi Demokrat ini lebih lanjut juga telah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) berkaitan dengan kebijakan PSBB. Sehingga, regulasi dan aturan dalam penerapan pembatasan sosial bisa terarah.

"Sudah saya susun perwalnya. Kami buat, apa saja yang harus dilakukan. Jadi nanti dari akumulasi SE - SE (surat edaran) yang sudah diberlakukan itu akan dijadikan peraturan wali kota. Semuanya sudah lengkap," tandasnya.

Untuk diketahui, salah satu yang menjadi acuan dalam pengajuan PSBB di Kota Malang itu yakni berdasarkan pada data kasus Covid-19. Hingga tanggal 15 April 2020, jumlah ODR (Orang Dalam Resiko) di Kota Malang terus meningkat yakni mencapai 1.250 orang. Kemudian, OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 153 orang.

Sedangkan ODP (Orang Dalam Pantauan) mencapai 535 orang. Rinciannya, sejumlah 325 orang masih dalam tahap pemantauan dan 210 telah selesai dipantau.

Pasien Positif Covid-19 tercatat ada 8, dengan rincian 7 pasien dinyatakan sembuh dan 1 pasien masih dalam perawatan isolasi mandiri.

Sementara, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) total sebanyak 96 orang. PDP meninggal sebanyak 4 orang. PDP sehat atau selesai dilakukan pengawasan sebanyak 17 orang, dan yang masih dirawat berjumlah 75 orang.

Topik
Malang Berita Malang Berita Hari Ini covid19 di malang Pemkot Malang Cek Kesiapan Jika PSBB Diberlakukan Kementerian Kesehatan Wali Kota Malang Sutiaji RSUD Kota Malang

Berita Lainnya