Sembari Terisak, Sopir Ambulans Jenazah Minta Masyarakat Diam di Rumah | Nganjuk TIMES

Sembari Terisak, Sopir Ambulans Jenazah Minta Masyarakat Diam di Rumah

Apr 16, 2020 17:07
Screenshot video. (istimewa)
Screenshot video. (istimewa)

Di tengah pandemi Covid-19 dan physical distancing, bisa kita lihat tenaga medis justru bekerja berkali lipat lebih keras dari biasanya untuk merawat pasien-pasien terjangkit.

Baca Juga : Berbeda, Operasi Keselamatan Semeru 2020 Hentikan Pengendara yang Tak Gunakan Masker

 

Tak hanya tenaga medis, sopir ambulans jenazah juga bekerja lebih berat. Sebab, frekuensi pengantaran jenazah Covid-19 semakin hari kian bertambah.

Di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mereka justru harus siaga di zona rawan, lantaran harus bertugas mengantarkan jenazah dengan standar protokol pemakaman Covid-19. Mulai dari pemulasaran hingga membawa ke peristirahatan terakhir.

Petugas Mobil Ambulans Jenazah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI Jakarta Muhammad Nursyamsurya mengungkapkan, sejak masa pandemi Covid-19, frekuensi pengantaran jenazah menjadi lebih sering. 

Dalam satu hari, ia bisa mengantarkan puluhan jenazah.

"Memang semenjak ada wabah ini kami jadi lebih banyak kerjaan. Dan kami harus terima telepon frekuensinya tambah banyak. Sehari bisa memakamkan puluhan korban," ungkapnya dalam tayangan Mata Najwa belum lama ini.

Pak Syam mengaku sedih lantaran dari hari ke hari jumlah orang yang meninggal karena Covid-19 terus bertambah.

Di sisi lain, jalanan di Jakarta masih ramai dan macet. Ia merasakan, publik seakan masih banyak yang belum sadar bahaya pandemi ini.

"Jalanan Jakarta itu masih penuh, masih macet. Seharusnya mereka tahu apa yang kami kerjakan sekarang. Kami memakamkan jenazah-jenazah ini dan tiap hari bertambah. Tolong ikuti instruksi dari pemerintah. Diam di rumah, kurangilah pekerjaan kami. Sedih melihatnya tiap hari," pintanya.

Dengan ekspresi dan nada emosional, Pak Syam pun mengeluarkan kekesalan hatinya.

Baca Juga : Viral Foto Mesra Dua Pria Diduga Oknum Polisi di Probolinggo, Kapolres Beberkan Fakta Ini

 

"Saya pengen naik tronton, teriak di jalanan kepada masyarakat. 'Ayo tolong kalian diam di rumah. Tolong ikuti anjuran pemerintah. Kalau kalian tahu berapa banyak jenazah yang kami makamkan tiap hari pasti kalian akan sedih karena jenazah itu nggak ada yang diantar, nggak ada yang didoain, langsung masuk ke liang lahat'," kata Pak Syam.

Tidak ada yang tahu sampai kapan kita hidup tidak normal seperti ini. Maka dari itu ia meminta dengan sangat agar masyarakat diam di rumah dulu sebentar saja.

Sambil suara bergetar, dia mengatakan ingin merasakan suasana puasa, tarawih, dan Idul Fitri seperti sebelum-sebelumnya. Sambil menangis dan sesekali mengusap air mata, Pak Syam mengungkapkan isi hatinya kepada masyarakat dalam tayangan Mata Najwa itu.

"Sebentar lagi kita puasa, minta tolong. Kami memakamkan jenazah-jenazah ini udah puluhan tiap hari. Minta tolong. Kita juga punya keluarga, kita punya tetangga, kita punya kehidupan. Masa harus kehidupan seperti ini terus? Kita harus bersosialisasi. Minta tolong kepada masyarakat untuk diam di rumah," ucap dia sambil terisak.

"Sebentar lagi bulan puasa. Saya pengen teriak di jalanan di lampu merah, macet, dini hari masih macet. Masyarakat nggak ada yang ngerti. Sedih, Mbak (Najwa), tiap hari terima telepon. Tiap menit telepon masuk. Ada jenazah yang harus dilayani yang harus dilakukan dengan Protokol Covid-19. Sedih, Mbak, tapi masyarakat nggak ada yang ngerti. Capek. Tapi memang itu kerjaan," sambungnya.

"Maaf Mbak," tutup Pak Syam.

 

Topik
Malang Berita Malang Berita Hari Ini pandemi covid19 matanajwa Sopir Ambulans Jenazah covid19 Muhammad Nursyamsurya Minta Masyarakat Diam di Rumah

Berita Lainnya