Mudik dari Kalimantan, Warga Ponggok Blitar Ditolak Istri Karena Takut Covid-19 | Nganjuk TIMES

Mudik dari Kalimantan, Warga Ponggok Blitar Ditolak Istri Karena Takut Covid-19

Apr 16, 2020 17:02
Warga berjaga di Posko Covid-19 Desa Sidorejo, Kec Ponggok, Kabupaten Blitar
Warga berjaga di Posko Covid-19 Desa Sidorejo, Kec Ponggok, Kabupaten Blitar

Baru mudik dari Kalimantan, seorang pria warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ditolak istri sendiri. Sang istri takut karena sering melihat perkembangan virus Covid-19 dari berita televisi.

Kewaspadaan si istri lebih meningkat karena di Kecamatan Ponggok telah ada satu orang yang dinyatakan positif covid-19 meninggal dunia beberapa waktu lalu.

"Istrinya takut jika suaminya pulang membawa virus. Apalagi mereka memiliki anak-anak yang masih kecil," terang Kepala Desa Sidorejo, Sukamto, Kamis (16/4/2020).

Suami yang ditolak pulang oleh istrinya ini merupakan sopir truk. Meski dilarang oleh istrinya, sang suami tetap nekat pulang. Hingga si istri meminta perangkat desa menangkap suaminya saat truk yang dikendarai suaminya terlihat memasuki jalan desa.

"Istrinya minta kami menangkap suaminya karena tetap mau pulang ke rumah. Dia sempat berteriak-teriak agar saya segera mengamankan sang suami saat truk yang dikendarai memasuki jalan desa," ujarnya.

Sukamto bersama perangkat desa, linmas dan relawan Gugus Tugas Covid-19 Desa Sidorejo kemudian menghentikan truk tersebut di perbatasan desa dekat Pasar Patok. Kemudian sang suami dan kernetnya juga warga Desa Sidorejo, diangkut memakai mobil pikup menuju ke kantor desa.

Sukamto mengaku warganya ini sempat protes ketika dibawa ke kantor desa. Karena mereka berdua berulang kali diperiksa kondisi kesehatannya. Baik ketika akan masuk kapal di pelabuhan Kalimantan dan ketika turun di pelabuhan Semarang. 

Tak hanya itu, sang suami yang ditolak masuk rumahnya itu pun sempat marah-marah pada istrinya. Tapi si istri tetap minta suaminya dikarantina dulu 14 hari sebelum pulang ke rumah dan berkumpul dengan  keluarganya.

Beruntung pihak desa telah menyiapkan lokasi karantina mandiri di SDN 4 Sidorejo, dengan menyediakan 4 ruang kelas lengkap dengan tempat tidur dan semua perlengkapannya.

 "Sampai hari ini di SDN 4 Sidorejo sudah mengkarantina kolektif 7 orang pemudik terdiri dari 4 orang datang dari Malaysia, 1 dari Semarang dan 2 dari Kalimantan," tandasnya.

Topik
blitar Berita Blitar Berita Hari Ini pandemi covid19 Mudik dari Kalimantan Warga Ponggok Blitar Ditolak Istri Karena Takut Covid19

Berita Lainnya