Tiap Hari Angkut Ratusan Jenazah Covid-19, Sopir Ambulans: Kalian di Rumah Saja! | Nganjuk TIMES

Tiap Hari Angkut Ratusan Jenazah Covid-19, Sopir Ambulans: Kalian di Rumah Saja!

Apr 16, 2020 16:58
(Istimewa: Mata Najwa)
(Istimewa: Mata Najwa)

Dilansir dari @matanajwa Muhammad Nursyamsurya, sopir mobil jenazah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, berbagi cerita mengantarkan puluhan jenazah dengan protap Covid-19 dalam sehari.

Postingan yang diunggah pada Kamis (16/04/2020) siang ini sudah mendapat lebih dari 1,600 tayangan serta lebih dari 7000 komentar membanjiri notifikasi akun pengunggah @matanajwa.

"Sehari memakamkan berapa korban pak," lontar Najwa Shihab sebagai host dalam acara tersebut. Pak Syam begitu ia dipanggil dalam acara Mata Najwa menjawab "puluhan mbak nana,". Dalam video berdurasi 4 menit 05 detik tersebut terdapat cuplikan prosesi pemakaman jenazah Covid-19 dengan para petugas lengkap menggunakan APD sesuai Protap Covid-19.

Menurut keterangan dalam video yang diunggah tersebut Pak Syam geram dengan jalanan Jakarta yang masih macet padahal pengguna jalan tersebut mengetahui mobil jezanah itu mengangkut pasien Covid-19.

Najwa Shihab kembali melontarkan pertanyaan "apa yang Pak Syam ingin lakukan begitu, apa yang betul-betul dalam hati ketika Pak Syam mengemudi mobil jenazah dan melihat mobil di kanan kiri masih ramai?".

Sontak jawaban Pak Syam membuat netizen ikut merasakan gemas "Jalanan Jakarta masih macet. Saya ingin naik tronton, teriak di jalanan kepada masyarakat: tolong kalian diam di rumah! Ikuti anjuran pemerintah! Kalau kalian tahu berapa banyak jenazah yang kami makamkan tiap hari, pasti kalian akan sedih," kata Pak Syam.

"Sebentar lagi bulan puasa, pengen tarawih berjamaah, pengen Idul Fitri tolong buat masyarakat diam di rumah sebentar saja 14 hari. Kami memakamkan jenazah-jenazah ini sudah puluhan tiap hari," imbuh Pak Syam yang mulai meneteskan air mata.

Unggahan tersebut menuai puluhan ribu komentar netizen yang ikut terenyuh mendengar cerita Pak Syam. Seperti tulis salah satu akun @arnoldism7 "Bapak merepresentasikan perasaan saya yang kesal karena liat masih banyak orang yang nongkrong2 di warung gajelas dan masih rame di jalan-jalan. Broke my heart to hear your story,".

Namun komentar tersebut bukan hanya berupa dukungan dan miris dengan keadaan. Komentar tersebut ikut mempertanyakan data kebenaran jumlah pasien Covid-19 yang bisa dikatakan tergolong sedikit, bahkan salah satu komentar mempertanyakan kebenaran data pemerintah. 

Dampak ekonomi seperti pekerja bangunan yang tak bisa jika hanya diam, hingga tangan-tangan usil yang berkomentar sejenak jidat pun bercampur padu dengan ribuan komentar lainnya.

Dalam akhir video tersebut Pak Syam berkali-kali mengimbau, meminta pertolongan kepada masyarakat untuk lebih menyadari dan peka terhadap situasi seperti ini. 

"Kami juga punya keluarga, sedih setiap menit terima telepon yang mana harus dilayani sesuai Protab, tapi mau bagaimana ini memang pekerjaan, apa iya harus seperti ini terus kami juga capek," tutupnya.

 

Topik

Berita Lainnya