Imbas Corona, Waroeng Tani di Area Pan Java Cafe Tutup 10 Hari | Nganjuk TIMES

Imbas Corona, Waroeng Tani di Area Pan Java Cafe Tutup 10 Hari

Mar 17, 2020 12:17
Waroeng Tani di kawasan Pan Java Cafe, Kelurahan Mulyoagung, Kecamatan Dau, Malang (Foto: dokumentasi Waroeng Tani)
Waroeng Tani di kawasan Pan Java Cafe, Kelurahan Mulyoagung, Kecamatan Dau, Malang (Foto: dokumentasi Waroeng Tani)

Kemunculan virus Corona atau Covid-19 memunculkan berbagai dampak kewaspadaan di seluruh penjuru dunia. Menyusul keputusan pemerintah pusat yang mulai memberlakukan kegiatan bekerja, belajar dan beribadah di rumah, sebagai salah satu upaya memerangi penyebaran virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China sejak Desember 2019 lalu.

Keputusan itu rupanya juga berlaku bagi tempat keramaian seperti wisata dan cafe untuk dilakukan penutupan. Nah, tampaknya hal itu mulai berdampak di sejumlah aspek, seperti tempat makan di sejumlah daerah wisata dinilai ikut sepi.

Salah satunya, yakni Waroeng Tani yang berada di kawasan Panorama Alam Java atau Pan Java di Kelurahan Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Manager Waroeng Tani, Luluk Rinawati menyatakan berkaitan dengan hal itu Waroeng Tani memberlakukan kebijakan untuk menutup tempat kuliner ini selama 10 hari ke depan. Yakni, mulai besok (Rabu, 17/3) hingga Kamis depan (26/3).

Selain karena alasan dari keputusan pemerintah, penutupan ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas dari penularan virus Corona di area keramaian. Terutama, kondisi tubuh dari karyawan untuk tetap harus sehat.

"Karena yang kerja mentalnya down juga, kemarin diisukan di wilayah Sengkaling ada yg kena Corona, sudah radius kurang lebih 3 km, ini yang membuat karyawan down. Kemudian karena pemerintah menganjurkan penutupan akses keramaian," jelasnya, saat dihubungi MalangTIMES, Selasa (17/3).

Pertimbangan lainnya, karena kawasan wisata kuliner ini sering menjadi jujugan wisatawan dari luar daerah. Yang mana, sekali datang pasti kebanyakan rombongan. 

Hal inilah yang menjadikan kewaspadaan tersendiri bagi pengelola cafe. Apalagi, belum lama ini ada kedatangan tamu dari wilayah Bali yang mana wilayahnya kerap menjadi jujugan wisatawan asing.

"Sempat ada juga yang datang dari Bali, akhirnya malah membuat was-was. Sehingga kita putuskan di tutup sementara waktu. Apalagi sejak keputusan pemerintah suasana warung sudah mulai sepi," imbuhnya.

Pan Java sendiri memiliki beberapa bagian, selain Waroeng Tani, ada Cafe Kopi Tani, dan Sambal Desa Kasemo. Namun, dari ketiganya hanya Waroeng Tani saja yang dilakukan penutupan mengingat yang paling banyak didatangi pengunjung karena khas kulinernya.

Ia menyebut, kalau di hari weekend saja pengunjung bisa mencapai 800an. Dengan ditutupnya tempat kuliner ini, mau tidak mau pihaknya juga harus membatalkan pemesanan tempat yang telah di pesan dari luar kota.

"Setidaknya ada sekitar 5 bookingan kita cancel, itu ada yang jumlahnya 50 pengunjung ada yang 100 an satu bookingan. Ya bagaimana lagi, malah dari mereka juga menanyakan apa tidak mengikuti anjuran pemerintah," jelasnya.

Meski memang ada kerugian, namun menurutnya keselamatan bagi pengunjung dan karyawan adalah yang utama. Karena virus ini terbilang penyebarannya cukup pesat, maka perusahaan tidak mau mengambil resiko tinggi.

"Kita nggak ngomong rugi lah, kita Lebih mengedepankan keselamatan saja, baik pengunjung dan karyawan. Ya mudah-mudahan ini segera normal kembali, dan di Malang nggak ada apa-apa," tandasnya.

Topik
Malang Berita Malang malang hari ini Imbas Corona Virus Corona Warung tani Pan java cafe Penurunan wisatawan di Malang Kasus Covid 19

Berita Lainnya