Tempat Hiburan Malam di Kota Malang Ditutup dan Batasi Aktivitas Keramaian | Nganjuk TIMES

Tempat Hiburan Malam di Kota Malang Ditutup dan Batasi Aktivitas Keramaian

Mar 16, 2020 19:57
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menggalakkan sistem pencegahan akibat kemunculan virus corona atau covid-19. Pasca-mengumumkan kebijakan pembelajaran bagi siswa siswi sekolah di rumah, langkah susulan sebagai antisipasi penyebaran penularan virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China, sejak Desember 2019 lalu ini dibuat.

Antara lain memberlakukan penutupan hiburan malam, tempat rekreasi, dan tempat yang terdapat kerumunan orang. Kebijakan itu diberlakukan sampai batas waktu virus itu tidak tertularkan atau 14 hari.

"Kami lakukan karena kami ingin mitigasi kami jelas. Jadi, setelah semalam kami putuskan untuk meliburkan sekolah,  itu nanti hanya satu sisi saja efektif. Maka nanti akan ada susulan lagi. Hiburan-hiburan malam, tempat-tempat kerumunan orang kita akan hentikan sejenak sampai batas waktu virus itu tidak tertular 14 hari," ujarnya usai rakor bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Malang dan forkopimda di Balai Kota Malang, Senin (16/3).

Untuk merealisasikan hal itu, pemkot akan membuat surat edaran. Hal itu akan mulai diberlakukan malam ini. "Hari ini (surat edarannya), karena kami putuskan hari ini kami darurat (persoalan virus Corona)," imbuhnya.

Dijelaskan lebih lanjut, bentuk kegiatan yang melibatkan setidaknya 30 orang atau lebih juga diminta untuk dihentikan sementara. Baik itu kegiatan dari instansi pemerintahan maupun yang berbasis kemasyarakatan.

"Kegiatan-kegiatan yang melebihi dari 30, kami hentikan semuanya. Baik itu kegiatan institusional di kami maupun di masyarakat. Termasuk kerumunan ada pengajian dan sebagainya, nanti kalau lebih dari 30, disarankan untuk ditunda. Bukan tidak boleh," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya masih tetap memberlakukan pembukaan untuk mal. Namun, di setiap mal di Kota Malang diminta untuk menyiapkan alat kesehatan pencegah virus corona.

"Mal itu saya minta untuk menyiapkan alat. Orang yang masuk sana jelas. Yang boleh siapa dan nggak boleh. Begitu juga di pasar rakyat harapan kami juga demikian (tersedia alat pendeteksi suhu dan alat cuci tangan," tandasnya.

Topik
Malang Berita Malang Wali Kota Malang Sutiaji Tempat Hiburan Malam di Kota Malang Ditutup dan Batasi Aktivitas Keramaian Pemkot Malang Kota Malang

Berita Lainnya