ICW: Pemanggilan Pejabat oleh KPK Indikasi Tindak Korupsi Malang | Nganjuk TIMES

ICW: Pemanggilan Pejabat oleh KPK Indikasi Tindak Korupsi Malang

Mar 19, 2016 15:12
Aktivis ICW, Tama S Langkun saat ditemui di Hotel Regents Kota Malang, Sabtu (19/3/2016). (Foto: Yolanda/ MalangTIMES)
Aktivis ICW, Tama S Langkun saat ditemui di Hotel Regents Kota Malang, Sabtu (19/3/2016). (Foto: Yolanda/ MalangTIMES)

Beberapa waktu lalu sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Malang dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan dari orang ke orang tersebut kemungkinan ada indikasi mereka melakukan tindak korupsi.

"Pemanggilan tersebut tidak lazim dilakukan oleh KPK, kemungkinan ada indikasi tindak korupsi," ujar aktifis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun, saat ditemui di Hotel Regents Kota Malang, Sabtu (19/3/2016).

Selain itu, Tama menambahkan ada tiga kemungkinan alasan tim KPK memanggil sejumlah pejabat di pemerintahan Kota Malang, yakni KPK sedang mencari adanya tindak pidana korupsi, upaya untuk pencegahan tindak korupsi serta untuk pengembangan kasus tindak korupsi.

KPK memanggil sejumlah pejabat pemerintahan Kota Malang diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta empat anggota DPRD Kota Malang.

Mereka dipanggil terkait tiga proyek besar di Kota Malang yang macet, yakni Jembatan Kedungkandang, Islamic Centre dan Jecking jalan Tidar.

Pemanggilan sejumlah pejabat tersebut terangkai hasil dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Ichsan Suaidi yang merupakan direktur PT. Citra Gading Asritama (CGA).

PT inilah yang mengerjakan ketiga proyek yang akhirnya macet tersebut. "Bisa jadi pemanggilan tersebut untuk mengembangkan kasus dari PT yang mengerjakan ketiga proyek yang macet itu," tambahnya. (*)

Topik
ICW KPK Korupsi

Berita Lainnya