Kejaksaan Negeri Bondowoso Usut Dugaan Korupsi RSUD Koesnadi | Nganjuk TIMES

Kejaksaan Negeri Bondowoso Usut Dugaan Korupsi RSUD Koesnadi

Mar 08, 2016 13:44
Kejaksaan Negeri Bondowoso. (Foto : Ika Kalia/BondowosoTIMES)
Kejaksaan Negeri Bondowoso. (Foto : Ika Kalia/BondowosoTIMES)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Jawa Timur mengusut kasus dugaan korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Koesnadi Bondowoso.

Kasi Intel Kejari Bondowoso, Hadi Marsudiono mengatakan, dugaan korupsi ini terkait penyalahgunaan anggaran untuk penambahan daya listrik yang menelan dana hingga Rp500 juta.

“Jadi ada laporan masyarakat yang masuk ke Kejaksaan Tinggi Surabaya terkait dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 untuk penambahan daya listrik di RSUD Koesnadi,” kata Hadi Marsudiono, Selasa (8/3/2016).

Hadi menambahkan, sejatinya Kejaksaan sudah menangani kasus ini sejak September 2014 lalu. Namun kasus ini sempat ditangguhkan karena Kejaksaan masih menangani kasus lain.

“Jadi laporan ini kita terima dari Kejaksaan Tinggi tanggal 15 September tahun 2014. Karena masih ada kasus lain yang kita tangani dan kurangnya personel, maka kita lanjutkan prosesnya saat ini,” imbuhnya.

Terkait kasus ini, kejaksaan sudah memeriksa dan meminta keterangan dari beberapa pihak terkait diantaranya Dirut RSUD, PPK, PPTK dan pihak kontraktor.  Dalam waktu dekat Kejaksaan akan meningkatkan proses pemeriksaan dari penyelidikan ke penyidikan, dengan terlebih dahulu menyusun kesimpulan.

Sejauh ini diduga RSUD Dr. Koesnadi menyalagunakan anggaran untuk penambahan daya listrik dari 157 KVA menjadi 345 KVA. Total anggaran yang digelontokan untuk program ini sebesar Rp500 juta. (*)

Topik
Kejaksaan Negeri Bondowoso RSUD Koesnadi APBD 2013 Korupsi

Berita Lainnya