Menteri Desa Ingatkan Jangan Kutip Dana Desa | Nganjuk TIMES

Menteri Desa Ingatkan Jangan Kutip Dana Desa

Feb 17, 2016 22:24
Menteri Desa Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar dalam pertemuan dengan kepala desa se Bekasi, di Bekasi, Rabu (17/2/2016). (Foto: istimewa)
Menteri Desa Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar dalam pertemuan dengan kepala desa se Bekasi, di Bekasi, Rabu (17/2/2016). (Foto: istimewa)

Menteri Desa Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengingatkan pejabat yang mengurusi dana desa untuk bertindak jujur, bersih dan tidak korupsi.

Marwan mengatakan, program dana desa yang mulai digulirkan tahun 2015, realisasinya memang sudah lancar ke desa-desa seluruh Indonesia. Namun begitu, masih saja ada oknum di desa dan kecamatan yang dijadikan kesempatan untuk kepentingan pribadi.

"Padahal sejak awal sudah diingatkan, dana desa tidak boleh dikutip oleh aparat di daerah dengan alasan apapun. Jadi saya ingatkan kembali pak camat, kepala desa, juga aparat kabupaten, jangan dikutip ya dana desa. Itu melanggar hukum. Masyarakat desa kalau ada yang mengetahui kutipan, lapor ke saya,” ujar Marwan Jafar saat  menemui ratusan kepala desa se-Kabupaten Bekasi, Rabu, (17/2/2016).

Marwan menambahkan, masyarakat harus mau mengawasi penggunaan dana desa supaya tepat sasaran. Dengan pengawasan dari masyarakat, akan terjadi proses akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pemanfaatan dana desa di wilayahnya.

“Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi. Ini tidak main-main. Masyarakat sangat mengharapkan ada transparasi. Sekali lagi, tolong diawasi,” ujarnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Bupati setempat Rohim Mintareja, Marwan Jafar mengingatkan, pekerjaan yang bersumber dari dana desa jangan sama sekali dikontrak kepada perusahaan.

“Harus dikerjakan juga oleh masyarakat atau padat karya. Kalau perlu, bahan-bahan yang dibeli berasal dari desa setempat. Misalnya semen, pasir atau batu bata. Kecuali barang-barang kebutuhannya adanya di kota,” ujarnya. (*)

Topik
Marwan Jafar Korupsi

Berita Lainnya