BMKG Warning 3 Siklon Tropis Aktif, Berikut Daftar Wilayah yang Harus Waspada

18 - Jan - 2026, 06:07

Potret 3 siklon aktif yang tersebar di wilayah Indonesia. (Foto: BMKG)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini menyusul aktifnya siklon tropis Nokaen serta dua bibit siklon tropis 96S dan 97S di sekitar wilayah Indonesia. Dampaknya diperkirakan memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi di sejumlah daerah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan masyarakat dan pemerintah daerah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut.

Baca Juga : Perjalanan Kereta Api Terlambat Imbas Banjir Jateng, 1.736 Penumpang Batalkan Tiket

“BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi hingga 4 meter akibat siklon tropis Nokaen serta bibit siklon tropis 96S dan 97S,” kata Guswanto, dalam keterangan resmi BMKG, Minggu (18/1/2026). 

Menurut Guswanto, kombinasi antara satu siklon tropis dan dua bibit siklon yang aktif bersamaan berpotensi memperburuk kondisi cuaca di darat maupun perairan. Karena itu, langkah antisipasi sejak dini menjadi kunci untuk menekan risiko bencana.

“Antisipasi utama adalah menghindari aktivitas di laut, menyiapkan jalur evakuasi, dan meningkatkan koordinasi mitigasi bencana,” ujarnya.

BMKG mencatat, dampak dari sistem cuaca tersebut tidak hanya dirasakan di laut, tetapi juga berpotensi menimbulkan banjir dan longsor di wilayah daratan yang rawan. Guswanto menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi serta kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti peringatan resmi.

Seiring dengan itu, BMKG merilis sejumlah langkah antisipasi yang perlu dilakukan berbagai pihak. Masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan operator kapal kecil, diminta menunda aktivitas melaut. Sementara pemerintah daerah diimbau menyiapkan posko siaga bencana, jalur evakuasi, hingga logistik darurat.

Untuk sektor transportasi, baik laut maupun udara, operator diminta menyesuaikan jadwal dan rute penerbangan atau pelayaran sesuai perkembangan cuaca. Adapun masyarakat umum diminta waspada potensi banjir dan longsor, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat disertai angin kencang.

BMKG juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang akurat. Masyarakat diminta rutin memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi InfoBMKG, media sosial, hingga siaran radio dan televisi.

Baca Juga : 38 Kereta Api Batal Berangkat Imbas Banjir, KAI Jamin Refund Tiket 100 Persen

Adapun sejumlah wilayah telah masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Untuk potensi hujan sedang hingga lebat, BMKG mencatat wilayah Kalimantan Utara bagian utara, Nusa Tenggara Timur, serta Maluku bagian selatan.

Sementara itu, angin kencang berpeluang terjadi di NTT dan Maluku bagian selatan. Di sektor kelautan, gelombang setinggi hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan Sangihe-Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku, Selat Bali, Lombok, Sumba, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB. 

Kondisi serupa juga berpotensi muncul di Laut Sawu, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Kei dan Aru, serta Laut Arafuru bagian tengah dan timur.

BMKG bahkan memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar, perairan Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru bagian barat.