MIN 2 Kota Malang Diseminasi Tata Kelola Madrasah di Rembang, Andalkan Penguatan Karakter dan Digitalisasi

Editor

A Yahya

22 - Aug - 2026, 02:45

Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan S, S.Pd., M.Pd.I., saat memaparkan praktik pengelolaan madrasah di hadapan para kepala RA, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Rembang (ist)

JATIMTIMES - Pengelolaan madrasah tidak lagi cukup bertumpu pada capaian akademik. Penguatan karakter, kedisiplinan, keterlibatan orang tua, hingga digitalisasi tata kelola menjadi bagian penting untuk membangun lembaga pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Perspektif tersebut disampaikan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan S, S.Pd., M.Pd.I., saat memaparkan praktik pengelolaan madrasah di hadapan para kepala RA, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Rembang belum lama ini di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang.

Baca Juga : MBG dan Wajah Kepedulian Negara

Nanang hadir atas penugasan Kemenag Kota Malang mendampingi Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.H.I., M.Ag. Paparan tersebut menyoroti bagaimana madrasah dapat membangun daya saing tanpa bergantung pada posisi geografis maupun lingkungan tempat lembaga berdiri.

Menurut Nanang, lokasi madrasah di kawasan permukiman bukan alasan untuk membatasi orientasi pengembangannya. "MIN 2 Kota Malang memang berada di tengah kampung, tetapi pengelolaan dan wawasannya tidak kampungan," kata Nanang.

Ia menegaskan, madrasah yang berada di lingkungan permukiman tetap dapat membangun sistem pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan teknologi dan memiliki orientasi prestasi. "Kami membuktikan bahwa madrasah dari kawasan pemukiman tetap mampu mendunia," ujarnya.

Salah satu fondasi yang dikembangkan MIN 2 Kota Malang adalah pembentukan karakter melalui pembiasaan yang dimulai sejak siswa datang ke madrasah. Aktivitas pagi dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan mengaji, salat dhuha berjamaah, serta pendampingan terhadap potensi dan prestasi siswa.

Pola tersebut kemudian dirumuskan dalam Panca Karakter Armindatama yang menjadi kerangka pembiasaan perilaku siswa.

Konsep HATI merupakan akronim dari Hadir Awal, Tepat Waktu, dan Ingat Tugas. Sementara OTAK dimaknai sebagai Orasi Depan Teman dan Ajak Kebaikan.

Untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, terdapat JANTUNG Bersinar, yakni Jaga Ketertiban dan ciptakan Lingkungan Bersih, Sehat, dan Rapi. Karakter kreativitas dituangkan melalui PANKREAS (Panggung Kreativitas Anak Sholeh dan Sholehah). Adapun KAKI Emas diarahkan pada Kajian Kitab dan pengembangan maslahat.

Selain pembentukan karakter, pengelolaan madrasah juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk memperpendek jarak informasi antara sekolah dan orang tua.

Baca Juga : Relasi Sipil-Militer Dipersoalkan, Militerisme Dinilai Mengancam Demokrasi

MIN 2 Kota Malang mengembangkan SIM MIDUN, singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Madrasah Ibtidaiyah Negeri Dua Kota Ngalam. Sistem ini digunakan sebagai instrumen pemantauan perkembangan siswa sekaligus mendukung keterbukaan informasi pendidikan kepada orang tua.

Melalui sistem tersebut, orang tua dapat memperoleh informasi mengenai kehadiran siswa setiap pagi, perkembangan nilai akademik dan tugas harian, hingga catatan reward serta konsekuensi atas kedisiplinan siswa.

Digitalisasi tersebut membuat pengelolaan informasi siswa tidak berhenti pada pencatatan administratif. Data perkembangan anak dapat menjadi bagian dari komunikasi antara madrasah dan keluarga dalam memantau proses pendidikan.

Paparan praktik pengelolaan MIN 2 Kota Malang itu kemudian berkembang dalam diskusi bersama para kepala madrasah di Rembang. Peserta menggali sejumlah pendekatan yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing lembaga, terutama dalam penguatan karakter, tata kelola berbasis data, serta pemanfaatan teknologi dalam komunikasi dengan orang tua.

Kepala madrasah dari berbagai jenjang di Kabupaten Rembang mengikuti sesi tersebut dengan membahas kemungkinan penerapan sejumlah praktik yang disampaikan Nanang di lingkungan madrasah masing-masing.