Targetkan 40 Dapur Gizi Beroperasi, Pemkot Batu Akselerasi Infrastruktur SPPG

24 - Mar - 2026, 02:56

Salah satu SPPG di Kota Batu telah diperiksa untuk proses SLHS. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Batu terus memacu kesiapan infrastruktur pendukung Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Akselerasi kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur gizi menjadi prioritas utama guna menjamin distribusi makanan yang merata dan higienis bagi puluhan ribu pelajar.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan, hingga saat ini pembangunan dapur SPPG di Kota Batu berprogres positif. Saat ini, tercatat sudah ada 23 titik dapur yang telah beroperasi penuh untuk melayani sedikitnya 43.599 penerima manfaat.

Baca Juga : Menu MBG di Kota Batu Diklaim Aman dan Sesuai Standar Gizi, SPPG Siapkan Posko Aduan

"Target kami seluruh titik dapur gizi yang diproyeksikan mencapai 38 hingga 40 titik bisa segera beroperasi total," tegas Heli, pekan lalu.

Guna mengejar target tersebut, Pemkot Batu memberikan berbagai kemudahan bagi pengelola dapur, terutama dalam urusan legalitas. Heli telah menginstruksikan dinas terkait untuk mengawal langsung penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Heli berujar, dengan upaya sertifikasi pihaknya ingin memastikan setiap porsi makanan yang sampai ke tangan siswa diproduksi di fasilitas yang layak dan memenuhi standar.

SLHS menjadi instrumen vital untuk menjamin bahwa makanan yang diproduksi benar-benar aman dari sisi kesehatan dan kebersihan.

“Pemkot Batu memberikan kemudahan legalitas, terutama dalam penerbitan SLHS. Ini penting agar setiap makanan yang keluar dari dapur SPPG dipastikan aman konsumsi dan memiliki standar gizi tinggi,” imbuh politisi Gerindra tersebut.

Baca Juga : Lonjakan Pekerja Perempuan Tembus 72 Persen, Fenomena Single Mom dan Perceraian Jadi Sorotan

Terpisah, Koordinator SPPG Wilayah Kota Batu, Meita Syahrani menjamin setiap porsi yang disalurkan kepada puluhan ribu siswa di Kota Batu telah memenuhi parameter gizi yang ketat dan standar higienitas yang tinggi. 

Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, SPPG tidak bekerja sendiri. Pihaknya telah menyiapkan sistem mitigasi dan antisipasi jika sewaktu-waktu muncul kendala di lapangan. SPPG berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu untuk menyediakan posko pengaduan kejadian menonjol.

"Meski kualitas dikawal ketat, kami tetap menyiapkan posko pengaduan bersama Dinkes. Ini sebagai bentuk komitmen transparansi dan perlindungan terhadap penerima manfaat," imbuhnya.