Usai Mujahadah Kubro 1 Abad NU, DLH Kota Malang Angkut 70 Ton Sampah

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

08 - Feb - 2026, 03:43

Sejumlah petugas kebersihan membersihkan sampah yang berserakan di area Stadion Gajayana.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang langsung tancap gas membersihkan tumpukan sampah pasca pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang digelar di Stadion Gajayana, Minggu (8/2/2026). Hingga kini, proses pembersihan terus berlangsung dan telah memasuki tahap pengangkutan dari sejumlah titik krusial, baik di dalam maupun di luar stadion.

Pelaksana harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa pengangkutan sampah dilakukan secara menyeluruh di kawasan sekitar lokasi kegiatan. Mulai dari Jalan Semeru, Welirang, Lawu, hingga Merapi menjadi fokus pembersihan petugas.

Baca Juga : Sebanyak 16 Tim Dayung Dragon Boat Beradu Cepat di Bengawan Jero Lamongan

“Pembersihan sudah kami lakukan, sekarang tinggal pengangkutan sampah yang terkumpul di titik-titik tersebut. Target kami maksimal rampung dalam waktu 12 jam,” kata Raymond.

Sampah yang berhasil dikumpulkan langsung diangkut menuju TPA Supiturang. Sementara sebagian lainnya lebih dulu dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk dipilah sesuai jenisnya.

Untuk mempercepat proses, DLH Kota Malang mengerahkan tambahan armada berupa enam unit pikap roda empat, tiga unit truk, serta truk pengangkut sampah yang telah disiagakan di area Stadion Gajayana sejak awal kegiatan.

Raymond mengungkapkan, volume sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 70 ton, sesuai dengan prediksi awal. Meski jumlahnya besar, karakter sampah didominasi material ringan seperti plastik, styrofoam bekas makanan, dan kertas pembungkus.

“Kami mengapresiasi kesadaran para jemaah yang sudah mengumpulkan sampah di titik-titik yang disediakan. Ini sangat membantu kerja petugas di lapangan,” ujarnya.

Di lapangan, petugas kebersihan DLH Kota Malang terlihat sigap. Salah satunya Sutaji, yang tampak tanpa jeda mengumpulkan sisa-sisa sampah jemaah. “Iya mas, langsung saya bersihkan dan kumpulkan. Tinggal nunggu truk datang, langsung kita angkut,” ucapnya sambil terus bekerja.

Baca Juga : Sawit di KBBI Didefinisikan sebagai Pohon? Ini Penjelasan Lengkap Badan Bahasa

Sebagai informasi, upaya pembersihan ini juga melibatkan berbagai elemen. Mulai dari Pramuka, PMI, kader lingkungan, pelajar SMA bidang kesehatan, hingga forum-forum masyarakat turut ambil bagian. DLH menyiapkan sekitar 1.000 trash bag yang disebar di area dalam stadion, luar stadion, hingga sudut-sudut lokasi kegiatan.

Selain itu, tempat sampah portable juga disediakan dengan rincian 40 unit di dalam stadion dan sekitar 60 unit di area luar, dengan total pemanfaatan mencapai 200 unit.

DLH Kota Malang sendiri menurunkan total 1.194 petugas kebersihan. Sebanyak 500 petugas difokuskan di area inti stadion dan sekitarnya. Para petugas dibagi dalam lima shift, mulai pagi, sore, pukul 21.00 WIB, 23.00 WIB, hingga 01.00 WIB menjelang salat Subuh, dan berakhir setelah seluruh rangkaian acara selesai.

Tak hanya kebersihan, fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian. DLH bekerja sama dengan Pemkot Batu dan Cipta Karya Kabupaten Malang untuk menyediakan toilet mobil. Toilet dari Kota Batu ditempatkan di sisi timur Stadion Gajayana dan kawasan Perpustakaan Jalan Semeru, sementara toilet dari Kabupaten Malang berada di area parkir barat stadion.